My blog, My should
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Berbagi itu indah dan mendatangkan berkah. lewat blog ini aku mau berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman, menjawab pertanyaan dan mengulik fakta-fakta menarik yang tengah terjadi.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Hai sobat, buat kamu yang lagi mau memulai bisnis dibidang kuliner atau kafe tapi masih butuh pencerahan ‘apa aja sih yang perlu disiapin?’, ayo sini-sini merapat. Untuk memulai bisnis kafe yang kamu perlukan adalah:
Soal lokasi strategis tentu sudah jadi rahasia umum untuk menunjang kelancaran suatu bisnis, tidak terkecuali bisnis kafe. Lokasi yang strategis akan sangat memudahkan dalam pemasaran. Hal ini juga sebanding dengan biaya kost atau sewa jika kamu tidak memiliki tempat sendiri. Menggunakan jasa hak sewa bangunan bisa jadi solusi sampai akhirnya kamu memilikinya sendiri setelah usahamu sudah semakin sukses dan berkembang.
Beda generasi beda pula cap rasa dilidah, maka dari itu kamu harus pintar memilih menu yang paling banyak disukai oleh sasaran pembelimu. Belakangan ini anak-anak muda generasi y dan z yang paling mendominasi untuk nongkrong di kafe. Jika sasaran utama mu mereka maka menu yang lagi digandrungi sekarang ini adalah makanan yang memiliki citarasa pedas maupun makanan korea dan Jepang.
Selanjutnya untuk menentukan daftar menu kamu bisa poling di sosial media atau research di media search engine (google, chrome, Mozilla, etc). Jika kamu ingin membuka kafe dengan menu lokal maka jajanan seblak, bakso atau ceker mercon, bakso lava masih berada di deretan jajanan favorit gen y dan gen z. Untuk jajanan versi manis yang semanis aku (ea’ 😄) ada jasuke, pisang krispi coklat, bolbi dll. Untuk minuman kamu bisa pilih minuman coklat aneka varian, minuman boba maupun tai tea. Eitss… itu semua cuma rekomendasi, hasil akhirnya silahkan kamu tentukan sendiri yaa.
Furnitur kafe yang lagi banyak diminati adalah yang bernuansa aesthetic dan minimalis. Ada beberapa pilihan gaya meja dan kursi kafe minimalis product dari Tiara meubel Bandar Lampung yang penulis sarankan untuk membuat kafemu semakin kece seperti gambar dibawah ini:


Nah itu dia 4 langkah jitu untuk memulai bisnis kafe. Semoga bermanfaat dan bisnisnya sukses, Aamiin.
Begitu pentingnya positive thinking dan keyakinan akan kemampuan diri kita sendiri, hal itu akan membuat kita menjadi lebih percaya diri, dan itu penting. Kepercayaan diri adalah awal dari sebuah keberhasilan atas segala sesuatu yang kita lakukan. Keberhasilan demi keberhasilan yang telah kita raih itulah yang nantinya akan membawa kita sampai pada titik kesuksesan.
Omong-omong soal kesuksesan, stop bandingkan kesuksesan mu dengan orang lain. Karena hal itu hanya akan membuat kita insecure atau justru mengendurkan semangat perjuangan kita dalam menuju sukses. Karena kesuksesan untuk setiap orang itu berbeda, definisi kesuksesan bagiku, bagimu dan bagi mereka pun berbeda-beda. Tapi, peluang untuk kita menuju kesuksesan itu sendiri sama.
Dengan waktu 24 jam sehari yang kita miliki, akankah kita mampu mempergunakan nya dengan sebaik mungkin. Akankah kita mampu mengambil keputusan yang bijak dikala kesempatan datang menghampiri. Ataukah kita acuh dan hanya menunggu keajaiban akan datang.
Aku sangat percaya akan sebuah miracle atau keajaiban itu pasti ada, tapi bukan berarti kita berhenti mencoba dan hanya menunggu miracle itu menghampiri kita. Sebab jika kita hanya berdiam diri miracle itu tidak bisa mendeteksi keberadaan kita. Bergerak lah, melangkahlah, majulah cari peluang itu. Ingatlah satu hal, di manapun kamu berada rezeki mu tak akan pernah tertukar, maka jangan salahkan posisimu yang menurutmu adalah penyebab terhambatnya kesuksesan mu. Yakinlah Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya yang sudah bersusah payah untuk menggapai kesuksesan nya. Allah tahu kapan waktu terbaik untuk mu mendapatkan itu semua.
Lalu, apa definisi sukses bagimu? Bagaimana cara mu untuk menggapainya? tulis jawaban mu di kolom kome tar yaa :-).
Hi dears, kamu mau jadi penulis tapi bingung mau nulis dari mana? belum nemu ide yang bagus? atau banyak ide tapi bingung mau nuanginnya gimana? Nah buat kamu yang masih bingung, sini-sini aku bocorin gimana caranya memulai untuk menulis.
Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menulis adalah menentukan tujuan kamu menulis itu untuk apa?
Apakah hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, ataukah untuk mendapatkan cuan, atau menebar ilmu, inspirasi, atau menuliskan penemuan-penemuan baru yang belum banyak diketahui oleh orang lain?
Setelah tujuan nya udah di tetapin, selanjutnya mulailah menulis dari hal yang kamu sukai atau Peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar mu.
Setelahnya, pemilihan gaya bahasa. Apakah bahasa baku, bahasa sehari-hari atau bahasa ala anak muda yang kekinian. Apapun gaya bahasa mu, pastikan bahwa kalimat yang kamu tulis itu mudah untuk dipahami oleh pembaca.
Next, kemauan yang kuat untuk menulis, ini adalah kunci untuk menjadi seorang penulis, ya… karena tak ada cara lain untuk menjadi seorang penulis selain dari menulis. Jadi mulai kapan nih kamu mau nulis?
Mamaku adalah wanita yang tangguh, dia wanita hebat, wanita yang penuh kasih sayang. Ada banyak sumber cinta di hatinya, ada cahaya di setiap katanya, ada kenyamanan dalam peluknya, ada seribu doa untuk ku dari bibir manisnya. Aku mencintai Ibu ku, lebih dari aku mencintai diriku sendiri.
2016 lalu Mama di vonis dokter mengidap kista di dalam rahimnya dan ukuran diameternya 15 cm, sontak badanku yang saat itu berbalut dengan dress sifon putih bermotif bunga-bunga di bagian bawahnya luluh dan terduduk kelantai rumah sakit yang saat itu kondisinya sangat ramai. Aku seolah merasakan sakit yang teramat sangat, layaknya apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Mama. Aku saat itu melupakan bahwa jam 9 harus ke stasiun untuk pergi ke kampus karena ada kelas jam 1 siang.
Aku menelpon Om dan Bibi, memberi kabar terkini tentang Mama. Om bilang aku harus terus memberikan kabar sementara Bibi masih sempat menanyakan kuliah ku. Aku langsung teringat jadwal kuliah siang nanti, lalu berinisiatif menelpon KOSMA untuk meminta izin tidak masuk kuliah siang ini.
Semester 3 ini aku kuliah sambil merawat Mama yang sakit. Dalam waktu seminggu bisa 3 kali aku pulang ke rumah dari Kosan ku yang letaknya tepat di depan Kampus. Aku harus pandai mengatur waktu ku, antara aku, Mama, Kuliah, Bisnis dan waktu ku untuk Allah yang paling utama.
Satu semester berlalu Mama belum juga mau untuk di operasi karena Kakak-kakak Ku tidak setuju, sementara Mama memikirkan biaya nya. Padahal aku sering bilang bahwa “tak perlu memikirkan hal itu, aku masih punya tabungan Mama”. Bagiku kesembuhan Mama yang paling utama, bagaimanapun caranya. Aku sempat sekali mengantarkan Mama pergi ke Psikiater berharap Mama bisa sembuh. Karena selain obat-obatan psikiater juga memberikan dukungan moril yang mampu menguatkan mental Mama dan juga Aku.
Siang hari dibawah pohon yang rindang aku bersama seorang sahabt ku Cici namanya, kita berdua hendak melihat hasil semester 3 di SIAKAD. Mataku sontak terbelalak untuk beberapa saat, lalu ku kedipkan berkali-kali, aku masih tak percaya dengan apa yang ku lihat, aku menyodorkan isi KHS kepada sahabatku, lalu iapun sama terkejutnya dengan ku sambil mengucapkan “Wih Atin hebat kamu, luar biasa A semua nilainya”. Aku masih tak percaya, sampai aku meminta di cubit oleh sahabat ku itu.
Akupun tersadar bahwa nilai ini adalah hadiah dari berbakti kepada Mama yang diberikan oleh Allah SWT. Aku langsung bersyukur dan tetap mawas diri agar tidak terperdaya dengan pencapaian ku dan harus terus belajar untuk mempertahankan prestasi ku. Mama, aku langsung menelpon Mama dan memberitahu hasil semester ku, aku berharap ini bisa membahagiakan hatinya.
Kini aku sudah semester 4, aku sudah terbiasa dengan kesibukan ku dengan rutinitas yang sangat padat, namun Mama tetap prioritas utama ku. Aku menelponnya dan ia memberitahu bahwa ia sudah sembuh, aku lantas terkejut dan tak percaya begitu saja. “Oke Ma besok subuh aku pulang kita ke rumah sakit yah” ujarku sebelum menutup telpon, karena dosen ku sudah memasuki ruang kelas.
Keesokan hari ba’da sholat subuh aku sudah siap untuk berangkat pulang, sesampainya di rumah aku langsung membawa Mama kerumah sakit untuk di USG. Aku dan Bidan yang bertugas saat itu sama-sama memandangi layar dimana dalam rahim ibu tampak di layar tersebut, lalu pandangan kami bertemu hampir menggeleng tapi inilah mu’jizat dari Allah, kista Mama telah luruh tak bersisa. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT, dalam relung hatiku berujar “ya Allah, begitu indah cara-Mu memupuk rasa Cinta dan keyakinan-Ku pada-Mu”, aku tersenyum simpul dan memeluk Mama dengan erat.
Baca juga Aku dan Bapak.
Aku akan mengajakmu kembali ke masa lalu ku, berawal tahun 2008, saat itu aku masih SMP, tahun depan aku udah mau SMA. Aku punya cita-cita untuk menjadi seorang perawat kala itu, makanya aku berfikir kalau aku harus lanjut ke SMA dan mengambil jurusan IPA.
Aku selalu diskusi sama Bapak untuk setiap keputusan penting yang mau ku ambil. Sore itu aku bantu Bapak beres-beres rumah belakang yang belum selesai di renovasi, setelahnya aku bilang sama Bapak tentang cita-cita ku mau jadi perawat. Bapak gak keberatan aku bercita-cita tinggi, hanya saja wajahnya mendadak muram sambil bilang “nduk sekolah perawat itu biayanya gak sedikit, nanti Bapak wes tuo gak bisa biayai kuliah kamu, kalau kamu mau sekolah di SMK aja lulus sekolah bisa langsung kerja” ucap Bapak lirih. Lalu ku bilang ke Bapak kalau besar nanti aku mau kuliah sambil kerja untuk biayain kuliah ku sendiri.
Tahun 2013 Aku lulus dari SMA, sebelum lulus aku yang menjabat sebagai ketua PMR kala itu bergerak bersama seluruh anggota dan tim dari PUSKESMAS dekat lingkungan SMA mengadakan kegiatan penyuluhan DBD sambil membagikan bubuk Abate secara cuma-cuma. Di sela-sela kegiatan aku sempat ngobrol soal dunia Keperawatan bersama salah satu tim dari puskesmas, beliau menasihati ku untuk tidak perlu menjadi perawat aku bisa menjadi lebih bermanfaat dari sekedar menjadi perawat. Dan aku memutuskan untuk kerja, ngumpulin uang buat kuliah agar aku bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat. Alhamdulillah sudah banyak uang yang terkumpul di tahun 2014 totalnya mendekati 10 juta (bagiku sangat besar saat itu). Bulan April 2014 ada pembukaan Brigadir POLRI, aku tertarik untuk ikut mendaftar, karena saat itu fokus ku bukan menjadi perawat lagi tapi bagaimana caranya agar aku bisa membanggakan Bapak dan menjadi orang yang bermanfaat. Meski aku gagal kala itu, tapi aku yakin langkah ku untuk menjadi orang yang bermanfaat semakin dekat.
Agustus 2015 dengan modal bismillah aku mendaftar kuliah di Universitas Islam di Kota ku. Saat itu tabungan ku tak banyak bahkan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Bermodal bismillah dan yakin bahwa Allah SWT pasti akan menolong hamba-Nya dalam menuntut ilmu, aku resmi menjadi Mahasiswa di Kampus tersebut. Ada beberapa berkas yang perlu ku urus untuk registrasi, salah satunya adalah surat pernyataan dari orang tua, waktu itu aku baru memberi tahu Bapak bahwa aku sudah diterima menjadi Mahasiswa.
Aku bilang sama Bapak, “Pak aku udah ketrima kuliah, ini adalah langkah awalku menepati perkataan ku tempo lalu untuk kuliah dengan uang yang ku hasilkan sendiri, Bapak gak perlu khawatir masalah uang kuliah, percayakan sama anak Bapak” sambil menyodorkan kertas A4 berwarna putih ku berujar lagi “kalau Bapak setuju, Bapak bisa tanda tangan disini”, sambil tersenyum bangga Bapak menandatangani surat itu.
Tanggal 28 Juni 2019 Aku berhasil lulus kuliah, dengan menepati perkataan ku untuk tidak meminta uang kuliah sama Bapak. Saat wisuda Bapak gak bisa hadir, “gak papa” Batinku menenangkan diri sendiri. Setelah usai wisuda aku sempat foto di depan rumah sama Bapak, aku melihat senyum bangga seorang Bapak kepada anak gadis kecilnya yang kini telah tumbuh dewasa.

Setelah aku lulus aku sempat mendapat cerita bahwa orang-orang dilingkungan rumahku salut dan bangga sama Bapak karena ditengah keterbatasan ekonomi yang kami hadapi masih mampu menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang S1. Aku senang sekali mendengar kabar itu, aku ingin bilang ke Bapak terimakasih karena selalu mempercayai anak gadis kecilnya dan selalu memberikan kasih sayang yang tidak ku dapatkan di luar rumah. Kini aku rindu rumah, rindu sama Bapak, rindu ke ladang sama Bapak, dan ada banyak lagi kerinduan yang gak mau kesebutkan dihalaman ini.
Tulisan ini berawal dari sebuah rasa cinta, cinta yang begitu menkjubkan. Bagaimana tidak? cinta ku pada Allah dan Rasulullah saw. telah menghantarkan ku pada cinta yang hakiki, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Yahya bin Mu’az pernah berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Kesulitan manusia ketika jatuh cinta namun belum saatnya adalah menghadapi kenyataan bahwa setiap yang terlarang itu akan tampak memikat.Oleh sebab itu, seoarang mukmin menginginkan bisa memiliki cinta karena Allah, kemudian menghalalkan cintanya. Cinta yang halal mampu mendatangkan keberkahan dan pahala dari sisi Nya. Cinta yang halal dapat mendatangkan kebahagian yang hakiki.
Siapapun pasti menginginkan untuk menuju cinta yang halal, namun bagaiman jika kita belum menemukan cinta karena Allah seperti yang kita dambakan. Jika kamu merasa bahwa kamu sudah semaksimal mungkin berikhtiar untuk mendapatkan cinta karena Allah yang bisa diajak untuk menuju cinta yang halal, namun tak kunjung kau jumpai, boleh jadi ada yang salah denganmu. Kesalahan yang telah kau lakukan diantaranya yaitu terlalu tinggi dalam menentukan kriteria, namun lupa bahwa kualitas diri kita masih perlu di tingkatkan. Akibatnya kita merasa bahwa Allah belum memberikan cinta sejati untuk kita. Agar hal tersebut tidak sampai menimpa diri kita maka penting bagi kita untuk tidak menuntut Allah agar memberikan pasangan yang sempurna sesuai dengan kriteria kita, tapi jadilah penyempurna untuk siapapun pasangan halalmu yang telah Allah takdirkan untukmu. Dan ingatlah bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
Masalah percintaan kadang tak henti sampai dimana kita dapat menemukan cinta sejati kita saja, melainkan ada perasaan yang sangat mengganggu. Bagaimanpun karakternya seseorang, ketika ia sedang jatuh cinta ia akan merasa gila, gila jika tidak bisa mengendalikan syahwatnya. Oleh karenanya tak ada solusi terbaik bagi dua insan yang sedang jatuh cinta selain menuju cinta yang halal dengan ijab dan qobul, agar tidak terjerumus dengan bujuk, rayu serta buaiyan dari syetan yang menjerumuskan kita ke dalam lubang dosa. Namun, bagaimana jika belum mampu secara financial sementara sudah memiliki keinginan menikah karena keimanan kepada Allah dan ingin menjaga diri agar tak terjerumus dalam dosa? Maka jawabannya ada dalam sabda Rasulullah saw sebagai berikut:
Ada tiga golongan manusia yang pasti di tolong oleh Allah, yaitu: golongan pertama, orang yang ingin menikah dengan tujuan untuk menjaga kehormatannya (karena takut terjerumus dalam zina, agar bisa bertaqwa kepada Allah dan agar nyaman hatinya); golongan yang kedua, orang yang berhutang tapi dia jujur dan bertekat untuk membayar hutangnya ketika ia mampu; golongan yang ketiga, budak yang melakukan al mukatabah dengan majikannya. (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
Hadits tersebut sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai berikut: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.“ (QS. An-Nur 24: Ayat 32)
Terdapat sabda Rasulullah saw. yang begitu indah khusus bagi kamu yang memiliki niat baik untuk menikah, yang berbunyi sebagai berikut: “Tidak pernah didapati bunga-bunga cinta antara dua orang yang memadu cinta sebagaimana pada dua orang yang telah menikah.” – HR. Ibnu Majah no: 1847, dishahihkan oleh Al-Albanl dalam Shohih Ibnu Majah no: 1497. Dan sampailah kita di penghujung tulisan ini, terimakasih karena telah membaca artikel ini hingga usai, semoga kamu bisa secepatnya menemukan cinta sejati mu yang bisa diajak menuju cinta yang halal dan di kuatkan tekadnya untuk segera menuju cinta yang halal.
Boleh berikan tambahan atau saran terbaiknya di kolom komentar yah. 😇🙏
Artikel ini ditulis oleh penulis dalam rangka mengikuti lomba “Halal Life Style” yang diadakan oleh Cinta Halal Universe pada bulan Mei 2021.
Kampanye UNICEF dengan judul “Dukung anak Anda ketika harus tetap belajar dari rumah” rupanya mampu menrik perhatian penulis untuk mengetahui “apakah judul kampanye UNICEF tersebut berpengaruh bagi semangat belajar siswa-siswi di SMP. Selanjutnya penulis memperhatikan pandangan UNICEF pada pesan yang dosampaikan dalam kampanye tersebut yang memaparkan bahwa “Kehidupan di tengah situasi pandemi ini tidaklah mudah. COVID-19 berdampak terhadap kita semua dalam berbagai bentuk. Banyak anak yang belum dapat kembali ke sekolah dan kehidupan sehari-hari mereka berubah drastis. Namun, ada hal-hal yang dapat dilakukan orang tua dan keluarga untuk membantu anak dalam keadaan seperti ini.”
Berdasarlan analisa dari wawancara yang dilakukn oleh Penulis beberapa pekan terakhir, penulis menyetujui konsep yang dikampanyekan oleh UNICEF bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring (Dalam Jaringan) sangat berperan bagi semangat belajar Siswa-siswi SMP, dengan hasil wawancara dan analisa penulis sebagai berikut:
Pertama, Ketika didampingi oleh wali siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan moment tersebut secara psikologis dapat mengaktifasi hormon endorfin siswa/siswi yang menimbulkan rasa bahagia sehingga ia memiliki semangat belajar yang lebih daripada siswa/siswi yang tidak didampingi oleh wali. Kedua, setelah semangat siswa/siswi tinggi maka ilmu yang disampikan oleh guru mudah diserap, hal ini berpengaruh bagi prestasi akademik siswa/siswi. Ketiga, siswa/siswi yang berhasil penulis wawancarai berharap bahwa pasca pandemi orang tua atau wali dapat berperan dalam kegiatan belajar mengajar seperti saat pandemi.
Melihat dari konsep kampnye yang ditawarkan oleh UNICEF dan berdasatkan analisa penulis, maka dapat disimpulkan bahwa semangat belajar siswa-siswi SMPN Klapanunggl Bogor diantaranya adalah dengan dukungan dari orang tua atau wali murid, disamping faktor-faktor lainnya. Dengan demikian sudah semestinya sebagai orang tu atau wali kita ikut andil dalam proses belajar mengajar siswa-siswi agar mereka dapat berprestasi dan menjadi kebanggan bagi orang tua atau wali, almamater sekolah, Agama, Bangsa dan Negara. Demikian pandangan penulis terkait dengan semangat belajar siswa-siswi SMP. Semoga opini ini dapt bermanfaat untuk penulis khussusnya dan umunya untuk para pembaca. Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikn penulis dimasa mendatang.
Tulisan ini merupakan naskah yang pernah penulis gunakan pada Lomba Menulis dalam memperingati Hari Anak Nasional 2021 yang diadakan oleh Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus

Dia adalah nama panggilan ku, sebuah nama yang jauh berbeda dengan nama asliku (To’atin). Aku yang kini menginjak usia 26 tahun telah berhasil menerbitkan 3 buku antologi dalam 5 bulan terakhir. Hobi menulisku telah ada sejak aku duduk di bangku perkuliahan. Setelah lulus dari UIN Raden Intan Lampung pada Juni 2019 silam kegemaran menulisku mulai menyala. Bermula dari menulis blog, menulis buku antologi hingga bermimpi menjadi penulis terkenal suatu hari nanti.
Sebagian orang menganggap ku gila, karena mimpi ku yang ketinggian, aku dianggap suka tidak berkaca pada keadaan. Namun aku percaya setiap mimpi yang diperjuangkan akan menjadi kenyataan, seperti halnya semboyan hidupku yang ku kutip dari QS. Ar-Ra’d ayat 11 “sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, hingga ia berusaha merubahnya sendiri”. Beberapa tahun yang lalu aku bermimpi untuk menjadi seorang Sarjana, itu tampak sangat mustahil untuk anak buruh tani seperti ku, namun kini kau sudah tahu teman bahwa aku telah mewujudkan impian itu, karena kerja keras serta usaha ku.
Aku hampir lupa memberitahu bahwa aku lahir pada 15 Maret 1995 di tengah keluarga sederhana. Ayahku seorang buruh tani dan ibuku seorang Ibu rumah tangga. Mereka berdua adalah sosok paling berjasa dalam hidup ku. Untuk sedikit mengapresiasi jasa mereka, aku selalu ingin menjadi yang terbaik dalam kebaikan. Aku ingin keduanya bangga memiliki anak seperti ku. Semoga aku bisa menjadi seperti itu, karena aku sadar walau sebanyak apapun pengabdian ku di sisa umur mereka itu takkan pernah bisa membalas jasa-jasa mereka.

The Power of mindset
Beri tau aku bahwa kehidupan itu lucu, kehidupan tidak begitu menakutkan seperti apa yang aku takutkan.
Beri tahu aku bahwa kehidupan ini hanya tempat untuk bersenda gurau, jadi tak ada yang perlu membuat ku risau.
Beri tahu aku bahwa dalam hidup kita perlu fokus pada tujuan bukan hambatan.
Beri tahu aku bahwa hidup ini penuh kenikmatan, bahkan rasa sedih, kecewa, sakit, adalah bagian dari kenikmatan atas sebuah perjalanan yang membuat hidupku lebih berwarna.
Beri tahu aku bahwa terlena dalam kegelisahan, ketakutan, kecemasan tak akan pernah membuatku bahagia.
Beri tahu aku bahwa bahagiaku ada dalam genggamanku, benakku, upayaku dan rasa syukur atas kehidupan ini.
Beri tahu aku bahwa kecerian itu aku yang harus menciptakan, bukan menunggu orang lain yang memberikan.
Beri tahu aku bahwa sejahtera adalah akumulasi dari upaya dalam mengganti emosi sedih, kecewa, takut, gelisah, putus asa dengan emosi canda, tawa dan bahagia ketika aku menghadapi berbagai persoalan dalam hidup ini.