Menjemput Jodoh


Kata orang jodoh itu rahsia Allah SWT, ia bisa datang kapan saja dan dimana pun jodoh kita berada, Allah selalu punya cara untuk mempertemukan nya.

Namun, bagaimana jika kita belum menemukan jodoh kita?

Jika jodoh kita belum juga datang, kita harus berikhtiar menjemputnya.

Lah, katanya jodoh kita bakalan dateng dengan sendirinya?

Memang jodoh akan di hadirkan oleh Allah kepada kita jika kita sudah siap, namun bukan berarti kita berdiam diri tanpa berusaha untuk mendapatkan nya.

Sembari menunggu atau berikhtiar menjemput jodoh ada baiknya kita belajar dan memantaskan diri agar saat jodoh itu datang kita sudah semakin siap mental dan siap secara pengetahuan, agar kelak kita dapat membangun hubungan rumah tangga yang kita dambakan dan impikan.

Selain itu kita dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada sang pemilik diri ini (Allah SWT) dan menyerahkan semua ikhtiar yang telah kita usahakan. Yakinlah bahwa segala niat baik kita pasti akan di permudahkan jalannya.

Semangat untuk kamu yang saat ini sedang berjuang menjemput jodoh atau buat kamu yang sedang berjuang untuk menghalalkan jodoh mu. 🙂

Kata-kata Bijak agar Hidupmu Bahagia


Sudah berusaha baik tapi tak diakui

Merasa sombong dan memiliki lebih dari orang lain adalah suatu petaka yang dapat mematikan karakter baik mu, oleh karena nya: Jadilah seperti magnet negatif yang selalu merasa mins atau kurang sehingga ia menarik segala hal yang positif; kurang pinter sehingga ia menggali dan memperkaya ilmu, kurang paham sehingga ia banyak bertanya kepada siapapun, kurang kaya sehingga ia rajin bekerja, kurang taat sehingga ia selalu mendekatkan diri kepada sang Pencipta, kurang temen sehingga ia bergaul dengan siapa pun, dan lain sebagainya.

Kurang Gaul

Merasa minder atau insecure untuk bergabung ke lingkungan di sekitar mu, merasa bahwa mereka semua angkuh dan sombong, atau merasa bahwa tak ada yang ingin berteman dengan mu.

Coba cek dan tanyakan ke dirimu sendiri: Apakah kamu welcome kepada mereka? Apakah kamu benar tidak menutup diri terhadap lingkunganmu? Apakah kamu sudah siap untuk bergaul di lingkungan mereka?

Jika iya maka: jangan tunggu waktu yang tepat untuk bergaul di lingkungan mu, tapi cobalah beranikan dirimu untuk bergabung dengan mereka terlebih dahulu.

Karakter dalam Perumpamaan Air

Air tawar itu memiliki rasa yang netral, sementara air laut memiliki rasa yang asin dan air payau gabungan dari keduanya.

Jika air ini adalah suatu gambaran untuk menunjukkan karakter seseorang sehingga ada ungkapan yang mengatakan bahwa “air laut itu rasanya asin” Yang menggambarkan seseorang selalu mengatakan bahwa dirinya adalah baik, maka:

Aku adalah air tawar yang ikhlas di sebut air payau karena aku bukan air laut”.

Aku adalah seseorang yang ikhlas dikatakan sebagai orang yang baik ataupun orang yang buruk karena aku bukan orang yang suka melegalkan diri sebagai orang yang baik.

Ikhlas dalam Menerima Cacian & Beragam Prasangka

Aku sudah terbiasa dipuji apalagi dihina, dicap buruk, sampai difitnah pun juga pernah. Memang betul,, sakit rasanya, tapi tak mengapa. Marah balik kepada mereka bukanlah pilihan ku. Sebab dengan begitu apa bedanya aku dengan mereka. Aku hanya tau bahwa:

Bunga mawar memang kecil & rapuh, berbeda dengan bunga bangkai yang besar dan kokoh. Namun kau tahu harumnya mawar takkan pernah terganti oleh bau menyengat dari bangkai.

Yang berarti bahwa jika kau benar dan tak melakukan kesalahan apapun, kau tak perlu menjelaskan kepada orang yang membencimu. Sebab ia pasti akan selalu mencari-cari kesalahan mu. Namun semesta tau bahwa dirimu tak seperti apa yang mereka tuduhkan.

Kwalitas Dirimu tergantung Karakter Mu

Kita memang berbeda aku introvert, kamu ekstrovert dan dia ambivert. Tak mengapa perbedaan tak selalu membuat kita untuk kehilangan kwalitas diri kita. Aku kamu dan dia memang unik kita bisa melakukan hal-hal baik dari versi diri kita sendiri, jangan pernah berusaha untuk menjadi orang lain. Cintai dirimu sendiri hargai ia, dengan begitu kau mampu mencintai dan menghargai aku, dia dan mereka dengan tulus. Karena kwalitas diri mu tak bergantung pada karakter mu ketika sedang berusaha menjadi orang lain.

Cukup Hati Kita yang Terluka Jangan Mereka

Siapa yang tahu dalamnya hati seseorang, bahkan diri kita sendiri pun tak kan pernah mampu untuk mengukur nya. Rasa sakit hati seseorang memang tak terlihat dan seberapa sakit nya kitapun tak pernah tahu. Oleh karena nya jangan buat hati seseorang terluka, cukup buat hati mu saja yang terluka. Bila kau tak sengaja melakukan nya, memohon maaf padanya adalah sikap yang wajib kamu lakukan dan berjanji pada dirimu sendiri bahwa kau tak akan pernah mau mengulangi nya lagi.

Menerima Keputusan dan Pendapat Orang lain dengan Lapang Dada

Jika kau, aku dan mereka mengalami situasi sulit yang mengharuskan kita untuk mengambil sebuah keputusan, maka aku tak berharap keputusan ku untuk didengar, aku lebih suka menghargai setiap keputusan mu atau mereka. Walaupun keputusan itu bukanlah yang aku inginkan, namun ku percaya setiap keputusan yang ada, sebelumnya telah diputuskan oleh sang Maha Kuasa. Lalu apalagi yang menghalangi ku untuk berlapang dada.

Melupakan Kesalahan Mereka terhadap Diri Kita

Sikap benci dendam dan amarah yang terus membuncah di dalam hati itu tak baik untuk kesehatan kita dan juga tak baik untuk masa depan kita. Maka jangan kau hancurkan kesehatan dan masa depan mu karena sikap buruk mereka yang hingga saat ini belum mampu untuk kau maafkan. Namun ketahuilah sesungguhnya memaafkan bukanlah persoalan untuk menerima perlakuan buruk seseorang, melainkan sikap yang mampu membuat hati kita merasa tenang dan damai. Maka tunggu apalagi, sudah maafkan saja kesalahan mereka untuk dirimu yang begitu berharga.

Bersikap Baik kepada Mereka yang Belum Bisa Baik

Terkadang seseorang suka melakukan kesalahan terhadap diri kita tanpa merasa bersalah. Oleh karena itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tak mengetahui bahwa ia telah melakukan sesuatu hal yang tak baik. Maka tugas kita adalah memberikan contoh yang baik dari sikap baik kita terhadap mereka yang belum bisa baik, agar kita bisa menjadi orang yang sama-sama baik.

Awal yang Tertunda


Hi semesta, T o balik lagi nih. Kali ini aku ada sedikit cerita tentang awal yang tertunda.

Minggu 28 Februari 2021 adalah akhir hari di bulan ke dua di tahun ini. Tapi tidak bagi ku, karena ini adalah awal aku menyusun planing ku selama tahun 2021 ini. Awal yang tertunda memang, but is okay dari pada tidak sama sekali.

Awal yang tertunda ini bukan karena aku tak memikirkan nya di awal Januari, semua itu sudah ada dalam konsep hanya saja konsep itu baru saja selesai di godok hari ini hehe… Btw aku punya sedikit bocoran nih tentang apa aja sih yang harus kita konsep kan dan apa aja yang masuk ke daftar agenda prioritas mu.

Oke tanpa berlama-lama lagi, langsung chek di bawah ya 👇

1. Pikirkan apa harapan kamu dan mimpi-mimpi mu yang ingin kamu wujudkan.

2. Buat terget kapan mimpi dan harapan mu harus tercapai.

Jika target pencapaian dari mimpi dan harapan mu terlalu panjang dan membutuhkan waktu lama maka breakdown mimpi mu menjadi lebih sederhana namun tidak menghilangkan tujuan awalnya. Contohnya tahun ini kamu ingin membuat sebuah rumah 2 lantai, karena biaya dan waktu yang tidak memungkinkan kamu bisa membuat rumah 1 lantai terlebih dahulu dan tahun berikutnya baru menyelesaikan 2 lantai, begitu ya teman-teman.

3. Jika harapan dan mimpi mu terlalu banyak sementara waktu dan energi mu terbatas makan buat skala prioritas untuk di masukan dalam agenda tahunan mu, sisanya baru deh kita masukan ke agenda tahun berikutnya.

4. Usahakan buat catatan kecil tentang agenda tahunan mu, agar lebih mudah mengingat nya. Dan beri checklist jika kamu telah berhasil mencapai nya.

Selamat mencoba,, semoga bermanfaat ya teman-teman..

Semua Karena 1 Kata Yaitu ‘Cinta’


‘Cinta dalam Diam’ Pena hati by: Rosa

Hi semesta! Kenalin aku T.O. sang insomnia akut. Sekarang 27 Februari pukul 1:28 wib, tapi mata ku belum juga mampu terpejam. Otak ku masih begitu segar usai tidur singkat ku yang berlangsung kisaran 30 menitan sebelum pukul 12 malam lalu.

Karena otak ku ini tak mau berhenti berfikir dan menginginkan sesuatu hal baru di setiap waktu, akhirnya aku scroll instagram disana ku jumpai foto lelaki tampan bernama Adi Wiranatal, yaa betul sekali dia adalah seorang pembawa berita NTV, seorang laki-laki berasal dari kampung halaman yang sama dengan ku, hanya saja aku dari Utara dan ia dari Barat. Perjalanannya dalam menuju kesuksesan nya pegitu penuh serat akan makna perjuangan, pengorbanan, & harapan yang tak pernah padam sehingga mengingatkan ku akan perjuangan ku melalui masa-masa kuliah S1 ku dulu.

Ia jebolan S1 Universitas Negeri terkemuka di daerah kami dan S2 di Ibukota, sementara aku jebolan S1 Universitas Negeri Islam terkemuka di daerah kami, dan saat ini aku stay tak jauh dari Ibukota. Bahkan beberapa bulan yang lalu aku masih bekerja di jantung Ibukota, namun sayangnya pandemi yang belum usai meradang memaksaku untuk menemui takdirku untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Btw,, omong-omong soal mimpi, aku saat ini masih di tahap dilema yang belum tahu ujungnya. Mimpi dan ambisiku terhalang oleh satu perasaan ku terhadap makhluk ciptaan Tuhan ku. Saat ini aku sedang jatuh cinta kepada seseorang yang membuat dunia ku seolah berhenti berputar dan aku hanya bisa fokus untuk hanya menatap dan memikirkan nya saja.

Ah… rasanya aku sudah lupa daratan, aku melupakan diri ini siapa? sehingga aku begitu mudahnya menggantungkan perasaan ku untuk nya¿ rasanya tak mungkin ia juga memiliki perasaan yang sama terhadap ku. Sungguh perasaan ini datang tak memandang siapa ia dan bagaimana kehidupan nya? Yang ku tahu aku terpesona atas sikap nya sebagai seorang lelaki yang santun dan berbudi pekerti.

Lidah ini selalu beristighfar setiap kali otak ini mengingat nya, dan bibir ini auto tersenyum dengan sendirinya saat itu juga. Ah… rasanya aku sudah benar-benar dibuat gila oleh satu kata yaitu ‘cinta’. Aku juga tak tahu dengan pasti apakah aku bisa menjaga cinta ini jika aku tahu kenyataan bahwa perasaan cintanya bukan untukku. Dan aku juga tak tahu dengan pasti apa yang harus ku lakukan agar ia mengerti tentang perasaan ini. Rasanya begitu malu untuk mengakuinya dan ntah kenapa, ada rasa khawatir yang selalu menghampiriku tentang rasa ini.

Khawatir jika ternyata aku bukanlah pilihan terakhir nya. 😔

Mengapa Anda Menarik?


Penampilan dan kepribadian seseorang dapat menjadi magnet yang memiliki daya tarik bagi seseorang. Siapa yang tak ingin terlihat menarik? Semua orang tentu menginginkan nya. Maka tak heran banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi menarik.

Menarik perhatian karena penampilan menurut standar umum adalah mereka yang memiliki postur tubuh yang sempurna seperti tinggi badan dan berat badan yang proporsional, kulit putih bersih hidung mancung, dan penampilan yang rapi dan stylish.

Sementara itu, menarik perhatian karena kepribadian adalah mereka yang memiliki sikap humble, visioner, leadership, memiliki skill dan cerdas baik secara emosional, sosial maupun secara intelektual.

Menarik perhatian karena penampilan yang good looking dan kepribadian yang perfect tentu menjadi pilihan yang mutlak bagi semua orang. Namun terkadang ada saja hal yang tak sesuai dengan ukuran standar yang telah ditentukan. Jika kamu adalah orang yang memiliki keduanya, wah… Kamu sungguh beruntung.

Jika kamu belum memenuhi kriteria dari standar tersebut jangan bersedih. Kamu bisa menentukan sendiri standar menarik mu, agar kamu tetap dapat percaya diri dan mampu membuat orang di sekitarmu merasa nyaman. Wah… Jika kamu sudah menentukan standar menarik mu sendiri mari eksekusi sejak dini. Fokus saja pada hal apa yang membuat mu menarik dan tonjolkan hal tersebut, sambil mengatasi kekurangan mu agar mampu menjadi kelebihan yang menarik juga.

Jadi apa yang membuat mu menarik? tulis jawabannya di kolom komentar ya…

See you soon. Have a nice day🙏

Pembohong Kepanasan dengar Kata #Aa’ Gym


Assalamu’alaikum,, guys aku mau share video yang InsyaAllah bermanfaat.

Berbagiilmu.sport.blog

Tunggu video yang InsyaAllah bermanfaat lainnya di next time.

Jangan lupa share video ini agar bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Jazakumullah, terimakasih, thanks buat para pembaca setia Berbagiilmu. Barakallah, semoga Allah memberkahi.

Berawal dari Insecure Menjadi Rasa Syukur


Saya lebih senang dihina dari pada di beri pujian. Karena pujian itu melenakan, sedangkan hinaan itu adalah suatu kenikmatan

Ardiansyah

Aneh, orang terdzolimi (di hina, di caci, di lecehkan, di remehkan bahkan di rendahkan) malah bahagia dan bersyukur. Ini berawal dari rasa insecure nya seorang low vision, yang merasa bahwa dengan sisa penglihatannya yang tak cukup baik maka ia tidak mampu berbuat banyak hal. Beruntung rasa insecure nya kini merambah pada rasa tawadhu, dimana ia menyadari bahwa dirinya hanya seorang hamba Allah SWT yang tak berkuasa atas segala sesuatu tanpa seizin Nya, ia percaya sekali bahwa lahaula Wala quwata ila Billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung).

Dan untuk mencapai rasa syukur itu ia melawati beberapa fase sebagai berikut:

  1. Tidak marah kepada orang yang mendzolimi nya.
  2. Diam saat di dzolimi.
  3. Ikhlas dan tidak membalas perbuatan orang yang mendzolimi nya dengan perlakuan buruk.
  4. Berbuat baik kepada orang yang mendzolimi.
  5. Merasakan kenikmatan ketika terdzolimi sehingga ia bersyukur karena nya.

InsyaAllah kisah berikut ini bisa kita jadikan sebagai contoh untuk mengolah rasa dan emosi kita…

Dan inilah sekelumit kisah nya yang dibagikan kepada saya:

Aku dulu pernah di bilangin gini sama karyawan di perusahaan Esia (produk HP milik pak Bakrie) waktu beli HP “mas gimana sih, tanda tangannya kenapa di sini, kan saya tadi suruh tanda tangan disebelah sini!?” Ya terus ku bilang aja”Maaf mbk saya gak tau karena saya gk bisa lihat, kalau saya tahu saya pasti tanda tangan di tempat yang mbk mau. Sebenarnya saya gak mau mbk lahir dengan kondisi seperti ini, tapi saya gak punya pilihan untuk dilahirkan seperti mbk yang sempurna” Mengetahui hal tersebut manager perusahaan tersebut lantas meminta maaf kepada nya dan memberikan potongan harga 50% sebagai permohonan maaf.

Bersambung-

Lanjutkan membaca “Berawal dari Insecure Menjadi Rasa Syukur”

PSBB Jilid II : Kita Bisa Apa?


PSBB bagi sebagian orang adalah momentum untuk quality time bersama keluarga, ada juga yang menjadikan momentum ini sebagai waktu untuk Self Awareness, dan ada pula yang resah saat masa PSBB ini berlangsung. Hemb… resah sedikit boleh, tapi jangan berlebihan ya sobat. Dari pada resah berkepanjangan ada baiknya kita lakukan hal-hal positif berikut ini:

1. Niatkan stay at home karena untuk mendapatkan ridho dan karunia dari Allah SWT.

Ikhlaskan setiap apa yang kita lakukan dalam rangka menjalankan perintah dari umaro’ atau pemimpin kita. Karena ini pasti akan berakhir, yakinlah bahwa setiap awalan ada akhirnya.

2. Tetap produktif meski aktivitas kurang kondusif.

Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah terkadang tidak menyenangkan karena kurangnya fasilitas yang memadai. Walau demikian, kita masih tetap bisa produktif dengan memanfaatkan teknologi canggih yang ada saat ini.

3. Menjaga mental agar tetap sehat

Mulailah mengenali diri sendiri, karena saat ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksi diri agar kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Dengan mengenal diri sendiri, kita bisa menambahkan sesuatu yang kurang dari diri kita atau mengurangi sesuatu yang berlebihan dari diri kita. Dengan begitu kita telah melakukan upaya agar mental kita tetap sehat.

4. Mencari pekerjaan sampingan yang bisa dikerjakan dari rumah

WFH tentu sedikit banyak berpengaruh bagi pemasukan dan pengeluaran kita, dan untuk menghindari istilah besar pasak dari pada tiang, atau tak ingin tabungan kita terkuras habis untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada baiknya kita mencoba melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang dari rumah untuk menutupi segala kebutuhan financial.

Selain hal tersebut tentu ada banyak hal positif lainnya yang bisa kita lakukan saat PSBB Jilid II ini. Nah untuk sobat pembaca setia berbagiilmu bisa apa? Apa yang bisa dilakukan saat PSBB jilid II ini. Share pendapat dan pengalaman mu di kolom komentar ya.

Menulis dan Menghasilkan Tulisan yang ada Great nya


Cerita tentang perjuangan menulis skripsi.

“Menulislah, tapi jangan sekedar menulis, buatlah tulisan yang ada great nya, ada nilai jualnya.” Itulah kalimat yang sering aku dengar kalau lagi nyaksiin sidang skripsi kakak tingkat. Kalimat yang memotivasi aku untuk menghasilkan karya tulis yang ada great nya.

Yash… Akhirnya momentum untuk menulis skripsi tiba juga. Saat itu aku masih semester 6, dan semangat menulis ku masih sangat menggebu. Hingga saat sidang proposal, tidak ada masalah yang berarti saat menulis skripsi.

Pasca sidang proposal aku harus penelitian ke Jakarta, karena masih ada jam kuliah di kampus yang lokasi nya di Lampung jadi sering bolak-balik Lampung Jakarta dan karena di Jakarta gak ada tempat singgah, sementara aku gak punya anggaran untuk sewa kamar, akhirnya aku singgah di Bogor (di rumah paman). Alhasil bolak-balik Bogor Jakarta dan Lampung. Terniat banget dan obsesi banget untuk ngasilin tulisan yang ada great nya. Jadi tempat penelitian nya aku pilih yang terbagus, meski gak ada budget tapi tetep nekat dan yakin sambil berjalan nanti ada rezeki nya.

Proses penelitian dan bimbingan hasil lebih sulit dari sebelumnya. Draft skripsi yang udah aku buat susah payah sampe gak cukup tidur, ngabisin kertas setengah rim, ditambah aku harus jalan kaki menempuh jarak yang gak deket untuk numpang ngeprint ke temen, karena aku gak punya budget untuk ngeprint, tapi kok malah di mentahin gitu aja sama dosen. Parahnya, aku harus ngulangin lagi dari BAB 1 guys. Hal itu terus berulang sampe hampir 1 tahun lamanya. Dan kebayang gak? kalau jadwal bimbingan ku adalah hari Rabbu dan Jumat setiap minggunya, berapa banyak kali aku harus menulis ulang draft skripsi ku.

Banyak drama saat nulis skripsi itu pasti, dan hampir semua emoticon itu cocok untuk ngelengkapin peran dalam drama itu. Sampe ada sebuah kejadian magic terjadi tapi bukan kejadian mistis. Dan ini rahasia ahaha…, gak kok, aku cuma bercanda. Ada momen dimana sahabat ku mohon-mohon ke dosen pembimbing ku untuk ACCin skripsi ku biar bisa diujiin bareng dia. Dan hal magic itu terjadi, tapi aku bukan nya seneng malah ngerasa beban banget. Karena setiap kali bimbingan, skripsi ku atau jawaban ku saat di tanya dosen pembimbing selalu gak tepat, kurang dan gak berkwalitas banget. Sampai pernah suatu ketika dosen pembimbing ku bilang kalau skripsi ku gak layak, aku gak bakal lulus saat sidang dan perkataan lainnya yang bikin aku gak punya nyali bahkan gak semangat buat nulis.

Sebelum aku daftar sidang skripsi, aku meditasi dan cari inspirasi menulis dari tulisan terdahulu dan coba ngerevisi skripsi ku dari awal dan menulis skripsi yang bener-bener belum pernah aku sajiin ke dosen pembimbing ku dan bahkan bener-bener beda dari skripsi satu jurusan atau prodi dari awal berdirinya kampus sampe aku kuliah saat itu, dimana hasil penelitian ku adalah strategi advokasi yang digunakan untuk memberdayakan wanita Disabilitas. Tapi tetep aja dalam menulis aku ngikutin panduan penulisan karya ilmiah yang berlaku. Kegiatan menulis skripsi ini berlangsung selama dua minggu lamanya, kegiatan ini juga aku kasih nama ‘menulis dan menghasilkan tulisan yang ada great nya’.

Akhirnya saat sidang skripsi tiba dan untuk pertama kali nya skripsi yang aku buat selama dua minggu di baca sama orang lain. Aku gak pernah berharap lebih, cukup aku bisa lulus meski aku gak tahu kalau tulisan ku itu bener atau enggak, enak di baca atau enggak. Kali ini aku udah ngelupain tuh yang namanya menghasilkan tulisan yang ada great nya.

Momen terakhir yang bikin aku sadar bahwa kalau mau mendapatkan hasil yang maksimal kita juga harus usaha total alias kerja tanpa batas. Saat pengumuman hasil dan aku dapet nilai yang sangat memuaskan, nah saat itu otak ku mulai berargumentasi “Sebelum nya aku menulis berdasarkan diktean atau intervensi dosen pembimbing, aku fikir dengan begitu dosen pembimbing ku akan senang. Tapi akibatnya tulisan ku malah kacau balau, karena aku gak total menulis dengan gaya tulisan ku sendiri dan bahkan gak bisa aku pahami sendiri”, maka dari itu:

Untuk menghasilkan tulisan yang baik kita harus revisi lagi dan lagi sampai kita benar-benar paham dengan apa yang kita tulis

Untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang bernilai tinggi kita harus menggunakan penalaran yang murni dari diri sendiri dengan belajar dari mereka yang lebih ahli

Menulis dengan menjadi diri sendiri itu penting untuk membuat tulisan kita seolah bernyawa.

Dan pelajaran berharga lainnya adalah:

Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga kita harus berusaha melampaui batas kemampuan yang kita miliki.


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu. 🙏

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai