Korona Aku Harus Berterimakasih atau Menyalahkanmu?


Terhitung sejak kau naik daun peradaban di muka bumi ini berubah begitu cepat. Mulai dari berbagai istilah-istilah baru, budaya baru dengan menjalankan protokol kesehatan hingga era baru yaitu New Normal. Begitu banyak pelajaran yang dapat kami ambil, mulai dari menerapkan pola hidup sehat hingga mempelajari teknologi.

Korona sudah genap ½ tahun keberadaan mu di Bumi. Kau memberikan dampak positif bagi kami, namun dampak negatif pun turut serta. Terutama untuk saudara-saudara kita di wilayah pedalaman dan terluar, mereka tak bisa sepenuhnya mengenyam pendidikan karena tidak ada fasilitas teknologi yang memadai. Saat ini sudah banyak siswa yang merindukan ingin bersekolah, bukan belajar dari rumah. Banyak mahasiswa yang menginginkan wisuda luring bukan wisuda daring.

Memandang pada sisi perekonomian. Saat ini ekonomi masyarakat melemah dan banyak para pencari kerja ingin perusahaan-perusahaan kembali tumbuh dan berkembang pesat agar mereka bisa memperoleh lapangan kerja, begitupun sebaliknya. Pasalnya semenjak kedatangan mu banyak karyawan dirumahkan sehingga menambah jumlah pengangguran di negeri ini.

Melihat dari segi psikologi. Saat ini banyak orang yang mulai kehilangan keseimbangan dalam mengatur psikis nya. Kehidupan yang berubah drastis membuat orang membutuhkan psikiater untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Beralih pada hubungan masyarakat. Hubungan masyarakat lokal, nasional hingga internasional turut terganggu akibat ketenaran mu. Kami tak lagi bebas saling berkunjung dan melepas rindu.

Keeksistensianmu membuat kami menjumpai masalah demi masalah, bagaikan bola salju. Disisi lain kau memberikan pelajaran yang begitu berharga. Lalu bagaimana kami harus bersikap padamu, apakah kami harus berterimakasih atau menyalahkan mu? Jika ini bukan ulahmu lalu siapa yang menjadi penanggung jawab atas perkara ini?

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai