Hikmah Kehidupan dari Jendela SMP: Menjadi Pribadi yang Baru dalam Syariat Islam


Hi.. Namaku Mira, saat ini aku kelas tiga di bangku sekolah menengah pertama. Aku lahir dari rahim seorang ibu muda. Ayah ku, sosok yang sedikit bicara. Sejak kecil aku jauh dari mereka (orang tua ku) .

Sudah tidak usah menduga-duga “mengapa dan dengan siapa aku tinggal”, nanti akan ku beritahu. Tapi sebelumnya, aku akan beritahu padamu bahwa aku saat ini sangat rindu. Tapi bukan rindu dengan mereka (orang tua ku). Aku rindu dengan Kekasihku.

Alu 10 tahun lebih tua dari ku, ia adalah sosok pria yang pemalu. Ia pernah berkata padaku bahwa aku adalah pacar pertama nya, dan ia akan segera meminang ku. Tentu saja tidak dalam waktu dekat, tapi 5 tahun lagi. Dan setiap hari aku sangat menantikan saat itu tiba.

Aku masih ingat, dulu ketika aku selalu memperhatikan nya secara diam-diam. Dan ketika ia tak sengaja menatapku, mukanya lalu berubah kemerahan. Karena wajahnya yang putih membuat rona merah di pipinya begitu jelas terlihat. Dia selalu memanggilku dengan si uncu yang berarti unyu-unyu lucu. Dia begitu perhatian dan menyayangi ku. Kita suka hangout ke Mall plaza Indonesia, disana tempat pertama dan tempat favorit kita untuk melepas rindu.

Rindu yang ku rasakan kini tak bertuan. Kak Alu telah meminang seorang gadis sholihah pilihan orang tuanya. Tepat dihari ulang tahun ku yang ke 15, betapa sakit dan kecewa nya hatiku saat itu. Namun aku tetap berusaha untuk bangkit lagi dari keterpurukan, berkat Bakwo (paman) dan Makwo (bibi) yang selalu mensupport ku dan mengajarkanku bahwa “Islam adalah agama yang terbaik, larangan nya pun bertujuan baik, tak terkecuali larangan untuk berpacaran. Dan kita seharusnya berharap kepada Allah sangat pencipta alam semesta, bukan berharap kepada makhluk, yang akan menimbulkan kekecewaan”.

Pasca pernikahan kak Alu dengannya, aku menjadi pribadi yang baru. Yaitu pribadi yang lebih dekat dengan sang Pencipta (Allah SWT) dan kekasihnya (Yang mulia baginda Rasulullah SAW), yang kini adalah kekasih ku juga. Kekasih yang memberikan tauladan dalam syariat Islam.

Aku akan berterimakasih kepada orang tua ku. Kini aku tahu maksudnya tidak merawatku langsung sejak kecil adalah agar aku bisa terdidik dalam syariat Islam bersama Bakwo dan Makwo. Dan terimakasih Islam kau mengajarkanku kebaikan dan memberikan kedamaian.

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai