Si Jago Merah Marah


Pukul 21:40 aku baru usai mengenakan piamaku, dan baru saja hendak ku matikan lampu kamar ku, aku tercengang mendengar suara teriakan warga “kebakaran-kebakaran-kebakaran”, lalu ku kenakan kembali bajuku dan ku ambil tas berisi surat-surat berharga, pada tas lain yang masih kosong ku masukan handphone dan aksesoris nya, shall serta sweeter, dan terakhir mukena. Aku buru-buru keluar dari kamar kosku.

Di luar sudah banyak warga yang kalang kabut menyelamatkan diri maupun harta benda yang bisa diselamatkan. Ada yang membawa pakaian, TV, kulkas, kipas angin, dan perabotan rumah tangga lainnya. Ada yang menyelamatkan hewan peliharaan nya sperti burung, kucing dan anjing. Ada pula yang sibuk mengamankan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Suara riuh tangis, takbir, adzan dan shalawat berbaur menjadi satu. Ada yang histeris sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri. Ada yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil yang bukan haknya ada pula yang berbagi makanan, minuman, bantal, guling dan selimut.

Aku terpaku di kejauhan menatap sejati merah yang sedang marah, dalam hati mulai gemuruh aku belum membawa tasbih pemberian si A dan kitab suci pemberian si A, ah iya aku juga tidak membawa dompet ku yang berada di dalam laci. Dan buru-buru ku ucapkan istighfar berkali-kali hingga terasa damai di hati setelah itu ku ikhlaskan semuanya.

Aku mengambil HP di saku celana ku, lewat chat WA ku kirim gambar si jago Merah yang sedang marah kepada paman ku di Bogor. Aku katakan juga i’m okay, selang beberapa waktu tak ada respon. Lalu ku kirimkan lagi “nanti ku kabari lagi”. Mungkin paman sudah tidur pikir ku, hingga ia belum melihat chat WA ku. Lalu ku putuskan untuk mengunggah foto si jago merah yang sedang marah ini ke story WA ku, berharap ada tetangga maupun kerabat paman yang melihat dan memberitahukan hal ini padanya.

Teman-teman yang mengetahui peristiwa ini melalui status WA ku mulai menunjukkan simpatinya dengan beragam ucapan yang memenangkan. Setelahnya, muncul rasa kagum dengan kebesaran Allah SWT yang maha kuasa dan maha pemberi segalanya. Aku yakin setelah ini akan banyak rezeki yang mengalir untuk kami warga RT. 05 RW 10 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

Setelah ku berhasil menguasai diri, ku panjatkan shalawat kepada baginda nabi Muhammad SAW. Hingga ada seorang sahabat yang mengatakan “teh dicariin sama Ibu tuh di depan”. Aku hampir lupa ada anggota keluarga ku disini yang sedang mengkhawatirkan dan mencari keberadaan ku. Aku buru-buru mencarinya Ibu dan adik ku dari calon suami ku.

Kami pun mencari tempat yang aman dan duduk sambil berbincang-bincang dan sesekali bercanda agar tidak larut dalam suasana kalut. Pukul 13:05 api sudah mulai padam tapi belum sepenuhnya, aku hapus foto si jago Merah dari story ku. Pukul 13:19 api mulai padam, aku pergi ke rumah Ibu untuk beristirahat disana.

Pukul 02:28 aku sudah mulai tertidur, namun ku dengar kembali suara teriakan “api-api, ada api, air-air”. Lalu beberapa orang lelaki dewasa menyelesaikan masalah api yang muncul kembali (dari puing-puing rumah yang kini menjadi bara) akibat tiupan angin tadi malam. Satu jam kemudian akupun terlelap dan pukul setengah empat, sebelum alarm bangun pagi ku berbunyi aku sudah terbangun. Saat itu ku sadari si jago merah sudah berhasil di taklukkan. Hingga adzan subuh tiba, setelah selesai sholat subuh aku pulang menengok kamar kos ku. Aku tak berharap banyak hanya ingin tahu seperti apa kondisinya saat ini.

Atas izin sag Ilahi Robbi, api yang tampak besar dan membunbung di atas kosan ku tidak menyisakan sedikit pun bekas api, hanya tercium bau asap yang kurang sedap. Lagi-lagi ku bersyukur atas semua ini, sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Ngomong-ngomong sebelum kejadian ini terjadi aku sudah mengalaminya dalam mimpi. Mimpi yang sama persis, hanya saja aku lekas bangun dari tidur ku dan aku tak sempat tahu endingnya seperti apa. Dan sekarang aku tahu endingnya, kebesaran Allah SWT begitu luar biasa. Melalui doa takdir dapat di tolak. Dan kejadian ini menjadi pembelajaran spiritual bagiku yang tak kalah luar biasanya. Bila difikir secara logika, aku sudah tak mengharapkan apa-apa setelah si jago merah marah.

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai