Rumput Hijau itu ada di Lahan Ku


Ada istilah mengatakan bahwa rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Ya ini merupakan suatu perumpamaan yang ditujukan bagi seseorang yang membandingkan kehidupan nya dengan kehidupan orang lain, yang menurutnya lebih baik, lebih sempurna, lebih enak, lebih nyaman, lebih glamor dan lain sebagainya. Tak ada kehidupan yang sempurna, jika bukan diri kita sendiri yang menyempurnakan nya.

Apa yang kita impikan mari kita wujudkan, dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Stop membandingkan kehidupan mu dengan orang lain, karena itu hanya akan membuat mu semakin terpuruk. Berhenti berfikir bahwa kamu bukanlah orang yang beruntung seperti si A, si B atau si C.

Kehidupan mu sebetulnya lebih beruntung dari mereka, jika kamu bisa melihatnya dari sudut pandang yang positif. Misalnya, kamu tidak dapat masuk ke dalam universitas impian mu. Sementara si J yang menurutmu memiliki standar kompetensi yang rendah tapi ia mampu diterima di Universitas impianmu. Setelah kamu masuk di Universitas lain, ternyata kamu memiliki prestasi yang baik dan beragam beasiswa pun menghampirimu. Sementara si J tidak, dan parahnya ia harus tertekan di lingkungan kampusnya, karena merasa minder dengan kemampuan nya yang tak seberapa. Nah, dari sini apakah kamu sudah bisa mengambil pelajaran nya?

Apakah kamu tahu makna dari menolehkan wajah kekanan dan kekiri saat mengucapkan salam setelah duduk tahiyatul akhir? Waw tepat sekali, tentu saja itu benar. Saat kita menoleh kekanan kita bisa melihat dunia dari sisi kebaikan (sisi positif) dan juga sebaliknya menoleh ke kiri untuk melihat keburukan (sisi negatif). Itulah filosofi yang mengajarkan kita untuk selalu melihat dari dua sisi kehidupan bisa positif atau negatif. Lalu, kamu mau gunakan sisi yang mana untuk melihat dunia?

Kalau begitu kita bisa dong merubah filosofi rumput tetangga yang tampak hijau menjadi rumput hijau di lahan kita. Dan saya sangat mengapresiasi kepada anda yang bisa merubah filosofi ini, maksudnya menjalankan nya di kehidupan nyata. Dengan melihat sisi positif dari setiap fenomena maupun masalah yang sedang di hadapi. Tentu ini akan terasa lebih sulit dari apa yang hanya terlintas di benak kita, maupun dari sekedar konsep dalam buku catatan. Tapi coba rasakan dampak positif yang membuat hidup mu jauh lebih berharga.

Hidup kita di dunia ini hanya sekali, oleh karenanya jangan sia-sia kan hal itu. Seberat apapun beban hidup yang harus kau tanggung, itulah kadar kemampuan mu. Karena Allah SWT tidak akan membebani hambanya sesuai dengan kadar kemampuannya.

Kehidupan orang yang lebih sukses darimu itu jauh lebih indah bagimu, namun apakah kau tahu bahwa kau sedang melihat gunung es yang tampak di permukaannya saja. Coba jika kau mau melihat yang berada di bawah permukaan laut, maka kamu akan sangat mensyukuri kehidupan mu saat ini.

Setiap kesuksesan seseorang pasti banyak pengorbanan yang harus dilakukan, banyak cobaan, banyak kesengsaraan, banyak kegelisahan, dan derita lainnya. Jika kamu berada di posisinya belum tentu kamu tidak gila. Saya pribadi pernah mengalami hal ini saat berada di lingkungan kampus, mendapatkan nilai akhir yang sangat memuaskan membuat saya mendapatkan banyak pujian, di elu-elu kan dan beragam penghargaan. Tapi itu bukanlah apa-apa, proses untuk mendapatkan itu semua lah yang lebih berharga. Ibarat sebuah gunung es, yang tampak dipermukaan tidak menggambarkan semuanya. Dan untuk melihat semuanya, kita perlu juga melihat apa yang berada di bawah permukaan laut. Seperti ini gambaran nya:

Namun itu belum semuanya, masih banyak derita lain yang harus dirasakan. Biarkan itu menjadi kenangan yang hanya ada di memori ku saja. Tapi ada satu kata yang mewakili apa yang tak ku beritahu disini, satu kata itu adalah “Totalitas”. Karena setiap usaha yang total akan membuahkan hasil yang maksimal.


Terimakasih telah membaca hingga usai. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai