Mata Elang dan Analisa Ku


Menganalisa seseorang merupakan suatu anugrah Tuhan (Allah SWT) yang telah dititipikan pada ku. Ntah sejak kapan anugrah itu tiba, tapi yang jelas semakin bertumbuh dewasa aku tak hanya bisa menganalisa seseorang saja melainkan menaksirkan kemungkinan peristiwa yang akan terjadi di sekitar ku.

Menganalisa prilaku manusia bagiku merupakan suatu sudut pandang kritis terhadap suatu objek (prilaku yang dianalisa). Tujuan nya untuk menelaah dan menguraikan kejadian alamiah yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi kemudian. Dengan mengamati bahasa verbal (perkataan) maupun nonverbal (bahasa/gerak tubuh dan mimik wajah) kemudian diselaraskan atau disandingkan dengan situasi maupun kondisi suatu objek tersebut.

Menganalisa adalah keahlian yang harus dimiliki oleh seorang ilmuan, cendikiawan, detektif, intel, psikolog maupun psikiatri. Menganalisa adalah sebuah skill yang harus diasah, namun tidak ada kurikulum khusus untuk mempelajari bagaimana cara menganalisa. Bahkan di bangku perkuliahan sekalipun.

Aku bersyukur telah diberikan anugrah ini, karenanya aku tak mudah dibodohi lagi dan lagi. Tentu aku pernah dibodohi oleh seorang maupun sekelompok orang, tapi dari hal itulah aku belajar. Yah… benar sekali, belajar untuk menganalisa. Dan setelah itu, berbagai tipu daya berhasil ku analisa.

Sekarang aku punya cerita, apakah kau mau mendengarkan nya. Baiklah ini cerita yang pertama: Aku memiliki julukan mata elang (Mata yang tajam, fokus dan seolah menusuk objek yang sedang di tatap nya). Julukan ini ku dapat sejak aku menjabat jadi ketua PMR waktu SMA. Saat itu aku sedang memberikan instruksi, namun para anggota seolah tak peduli dengan apa yang ku ucapkan, hingga akhirnya aku memfokuskan pandangan ku ke arah mereka. Niat ku hanya ingin tahu apa gerangan yang mengganggu konsentrasi mereka. Dan mereka sadar, lantas sekertaris ku mengucapkan kata “siap laksanakan” setelah nya ia berkata lagi dengan lirih “jangan berikan tatapan elang itu, ulu hati ku serasa ditusuk oleh nya”. Nah,, itu dia cerita yang pertama.

Cerita yang kedua: Aku belum lama lulus SMA, kesibukan ku sekarang adalah menjaga kedai ku, kemudian datang seorang lelaki dewasa, dia pemilik toko arloji di sebrang kedai ku. Kami biasa ngobrol tentang dunia usaha, dan saat itu ia memperkenalkan bisnis MLM yang belum lama ia geluti. Ia berniat untuk mengajak ku bergabung bersama nya. Namun ia terkejut dengan jawaban ku, “aku tidak tertarik dengan bisnis yang memperkaya golongan tertentu dan memperalat mereka yang tak berdaya dengan iming-iming bonus mobil maupun rumah mewah”, jawaban ini muncul dari hasil analisa ku. Lantas ia terkejut dan kemudian berkata “biasanya anak muda seusia mu sangat mudah untuk di ajak bergabung, namun rupanya kau berbeda. Ya sudah jika kau berubah pikiran segera datangi aku”.

Cerita yang ketiga: aku sudah lulus kuliah, saat itu aku akan dipertemukan dengan seorang pria paruh baya yang menjanjikan akan membantu memberikan posisi karir di sebuah perusahaan X oleh teman ku. Namun sesaat sebelum ia datang teman ku memberitahu bahwa harus memberikan sejumlah uang jika ingin berkarir di perusahaan yang di janjikan. Saat itu aku berfikir bahwa lelaki paruh baya itu adalah anggota dari outsourcing. Saat kami bertemu, aku hanya terdiam dan menatapnya dengan mata elang ku menunggu ia memulai pembicaraan, setelah nya aku banyak terdiam dan menganalisa nya. Sementara teman ku sudah tahu bahwa aku tidak tertarik dengan obrolannya, sehingga ia yang banyak berdiskusi dengan nya. Dan apakah kalian tahu apa kesimpulan dari analisa ku dan juga kebenarannya:

Analisa ku: dia adalah anggota outsourcing legal yang menyalahgunakan kedudukannya, meski terlihat santun tapi dia penipu ulung, akan banyak orang yang tertipu oleh nya. Terakhir hidupnya tak tenang dan akan berantakan, karena ia memakan harta yang tidak halal.

Faktanya: Lelaki paruh baya tersebut benar anggota outsourcing legal tak berbadan hukum, 3 hari kemudian ia pindah tempat tinggal di dekat tempat tinggal ku. 1 minggu setelahnya ia kabur dari tempat tinggalnya, banyak orang yang telah memberikan sejumlah uang mencarinya. Keluarga nya berantakan, 3 hari kemudian istrinya kabur juga dan anaknya yang masih balita di tinggalkan bersama adik iparnya.

Hemb… Itu saja cerita nya, apakah kalian suka dengan cerita ku? atau ingin menganalisa juga seperti ku? tulis jawaban nya di kolom komentar ya.

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai