Cerita tentang perjuangan menulis skripsi.
“Menulislah, tapi jangan sekedar menulis, buatlah tulisan yang ada great nya, ada nilai jualnya.” Itulah kalimat yang sering aku dengar kalau lagi nyaksiin sidang skripsi kakak tingkat. Kalimat yang memotivasi aku untuk menghasilkan karya tulis yang ada great nya.
Yash… Akhirnya momentum untuk menulis skripsi tiba juga. Saat itu aku masih semester 6, dan semangat menulis ku masih sangat menggebu. Hingga saat sidang proposal, tidak ada masalah yang berarti saat menulis skripsi.
Pasca sidang proposal aku harus penelitian ke Jakarta, karena masih ada jam kuliah di kampus yang lokasi nya di Lampung jadi sering bolak-balik Lampung Jakarta dan karena di Jakarta gak ada tempat singgah, sementara aku gak punya anggaran untuk sewa kamar, akhirnya aku singgah di Bogor (di rumah paman). Alhasil bolak-balik Bogor Jakarta dan Lampung. Terniat banget dan obsesi banget untuk ngasilin tulisan yang ada great nya. Jadi tempat penelitian nya aku pilih yang terbagus, meski gak ada budget tapi tetep nekat dan yakin sambil berjalan nanti ada rezeki nya.
Proses penelitian dan bimbingan hasil lebih sulit dari sebelumnya. Draft skripsi yang udah aku buat susah payah sampe gak cukup tidur, ngabisin kertas setengah rim, ditambah aku harus jalan kaki menempuh jarak yang gak deket untuk numpang ngeprint ke temen, karena aku gak punya budget untuk ngeprint, tapi kok malah di mentahin gitu aja sama dosen. Parahnya, aku harus ngulangin lagi dari BAB 1 guys. Hal itu terus berulang sampe hampir 1 tahun lamanya. Dan kebayang gak? kalau jadwal bimbingan ku adalah hari Rabbu dan Jumat setiap minggunya, berapa banyak kali aku harus menulis ulang draft skripsi ku.
Banyak drama saat nulis skripsi itu pasti, dan hampir semua emoticon itu cocok untuk ngelengkapin peran dalam drama itu. Sampe ada sebuah kejadian magic terjadi tapi bukan kejadian mistis. Dan ini rahasia ahaha…, gak kok, aku cuma bercanda. Ada momen dimana sahabat ku mohon-mohon ke dosen pembimbing ku untuk ACCin skripsi ku biar bisa diujiin bareng dia. Dan hal magic itu terjadi, tapi aku bukan nya seneng malah ngerasa beban banget. Karena setiap kali bimbingan, skripsi ku atau jawaban ku saat di tanya dosen pembimbing selalu gak tepat, kurang dan gak berkwalitas banget. Sampai pernah suatu ketika dosen pembimbing ku bilang kalau skripsi ku gak layak, aku gak bakal lulus saat sidang dan perkataan lainnya yang bikin aku gak punya nyali bahkan gak semangat buat nulis.
Sebelum aku daftar sidang skripsi, aku meditasi dan cari inspirasi menulis dari tulisan terdahulu dan coba ngerevisi skripsi ku dari awal dan menulis skripsi yang bener-bener belum pernah aku sajiin ke dosen pembimbing ku dan bahkan bener-bener beda dari skripsi satu jurusan atau prodi dari awal berdirinya kampus sampe aku kuliah saat itu, dimana hasil penelitian ku adalah strategi advokasi yang digunakan untuk memberdayakan wanita Disabilitas. Tapi tetep aja dalam menulis aku ngikutin panduan penulisan karya ilmiah yang berlaku. Kegiatan menulis skripsi ini berlangsung selama dua minggu lamanya, kegiatan ini juga aku kasih nama ‘menulis dan menghasilkan tulisan yang ada great nya’.
Akhirnya saat sidang skripsi tiba dan untuk pertama kali nya skripsi yang aku buat selama dua minggu di baca sama orang lain. Aku gak pernah berharap lebih, cukup aku bisa lulus meski aku gak tahu kalau tulisan ku itu bener atau enggak, enak di baca atau enggak. Kali ini aku udah ngelupain tuh yang namanya menghasilkan tulisan yang ada great nya.
Momen terakhir yang bikin aku sadar bahwa kalau mau mendapatkan hasil yang maksimal kita juga harus usaha total alias kerja tanpa batas. Saat pengumuman hasil dan aku dapet nilai yang sangat memuaskan, nah saat itu otak ku mulai berargumentasi “Sebelum nya aku menulis berdasarkan diktean atau intervensi dosen pembimbing, aku fikir dengan begitu dosen pembimbing ku akan senang. Tapi akibatnya tulisan ku malah kacau balau, karena aku gak total menulis dengan gaya tulisan ku sendiri dan bahkan gak bisa aku pahami sendiri”, maka dari itu:
Untuk menghasilkan tulisan yang baik kita harus revisi lagi dan lagi sampai kita benar-benar paham dengan apa yang kita tulis
Untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang bernilai tinggi kita harus menggunakan penalaran yang murni dari diri sendiri dengan belajar dari mereka yang lebih ahli
Menulis dengan menjadi diri sendiri itu penting untuk membuat tulisan kita seolah bernyawa.
Dan pelajaran berharga lainnya adalah:
Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga kita harus berusaha melampaui batas kemampuan yang kita miliki.
Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu. 🙏
Satu pendapat untuk “Menulis dan Menghasilkan Tulisan yang ada Great nya”