Menulis dan Menghasilkan Tulisan yang ada Great nya


Cerita tentang perjuangan menulis skripsi.

“Menulislah, tapi jangan sekedar menulis, buatlah tulisan yang ada great nya, ada nilai jualnya.” Itulah kalimat yang sering aku dengar kalau lagi nyaksiin sidang skripsi kakak tingkat. Kalimat yang memotivasi aku untuk menghasilkan karya tulis yang ada great nya.

Yash… Akhirnya momentum untuk menulis skripsi tiba juga. Saat itu aku masih semester 6, dan semangat menulis ku masih sangat menggebu. Hingga saat sidang proposal, tidak ada masalah yang berarti saat menulis skripsi.

Pasca sidang proposal aku harus penelitian ke Jakarta, karena masih ada jam kuliah di kampus yang lokasi nya di Lampung jadi sering bolak-balik Lampung Jakarta dan karena di Jakarta gak ada tempat singgah, sementara aku gak punya anggaran untuk sewa kamar, akhirnya aku singgah di Bogor (di rumah paman). Alhasil bolak-balik Bogor Jakarta dan Lampung. Terniat banget dan obsesi banget untuk ngasilin tulisan yang ada great nya. Jadi tempat penelitian nya aku pilih yang terbagus, meski gak ada budget tapi tetep nekat dan yakin sambil berjalan nanti ada rezeki nya.

Proses penelitian dan bimbingan hasil lebih sulit dari sebelumnya. Draft skripsi yang udah aku buat susah payah sampe gak cukup tidur, ngabisin kertas setengah rim, ditambah aku harus jalan kaki menempuh jarak yang gak deket untuk numpang ngeprint ke temen, karena aku gak punya budget untuk ngeprint, tapi kok malah di mentahin gitu aja sama dosen. Parahnya, aku harus ngulangin lagi dari BAB 1 guys. Hal itu terus berulang sampe hampir 1 tahun lamanya. Dan kebayang gak? kalau jadwal bimbingan ku adalah hari Rabbu dan Jumat setiap minggunya, berapa banyak kali aku harus menulis ulang draft skripsi ku.

Banyak drama saat nulis skripsi itu pasti, dan hampir semua emoticon itu cocok untuk ngelengkapin peran dalam drama itu. Sampe ada sebuah kejadian magic terjadi tapi bukan kejadian mistis. Dan ini rahasia ahaha…, gak kok, aku cuma bercanda. Ada momen dimana sahabat ku mohon-mohon ke dosen pembimbing ku untuk ACCin skripsi ku biar bisa diujiin bareng dia. Dan hal magic itu terjadi, tapi aku bukan nya seneng malah ngerasa beban banget. Karena setiap kali bimbingan, skripsi ku atau jawaban ku saat di tanya dosen pembimbing selalu gak tepat, kurang dan gak berkwalitas banget. Sampai pernah suatu ketika dosen pembimbing ku bilang kalau skripsi ku gak layak, aku gak bakal lulus saat sidang dan perkataan lainnya yang bikin aku gak punya nyali bahkan gak semangat buat nulis.

Sebelum aku daftar sidang skripsi, aku meditasi dan cari inspirasi menulis dari tulisan terdahulu dan coba ngerevisi skripsi ku dari awal dan menulis skripsi yang bener-bener belum pernah aku sajiin ke dosen pembimbing ku dan bahkan bener-bener beda dari skripsi satu jurusan atau prodi dari awal berdirinya kampus sampe aku kuliah saat itu, dimana hasil penelitian ku adalah strategi advokasi yang digunakan untuk memberdayakan wanita Disabilitas. Tapi tetep aja dalam menulis aku ngikutin panduan penulisan karya ilmiah yang berlaku. Kegiatan menulis skripsi ini berlangsung selama dua minggu lamanya, kegiatan ini juga aku kasih nama ‘menulis dan menghasilkan tulisan yang ada great nya’.

Akhirnya saat sidang skripsi tiba dan untuk pertama kali nya skripsi yang aku buat selama dua minggu di baca sama orang lain. Aku gak pernah berharap lebih, cukup aku bisa lulus meski aku gak tahu kalau tulisan ku itu bener atau enggak, enak di baca atau enggak. Kali ini aku udah ngelupain tuh yang namanya menghasilkan tulisan yang ada great nya.

Momen terakhir yang bikin aku sadar bahwa kalau mau mendapatkan hasil yang maksimal kita juga harus usaha total alias kerja tanpa batas. Saat pengumuman hasil dan aku dapet nilai yang sangat memuaskan, nah saat itu otak ku mulai berargumentasi “Sebelum nya aku menulis berdasarkan diktean atau intervensi dosen pembimbing, aku fikir dengan begitu dosen pembimbing ku akan senang. Tapi akibatnya tulisan ku malah kacau balau, karena aku gak total menulis dengan gaya tulisan ku sendiri dan bahkan gak bisa aku pahami sendiri”, maka dari itu:

Untuk menghasilkan tulisan yang baik kita harus revisi lagi dan lagi sampai kita benar-benar paham dengan apa yang kita tulis

Untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang bernilai tinggi kita harus menggunakan penalaran yang murni dari diri sendiri dengan belajar dari mereka yang lebih ahli

Menulis dengan menjadi diri sendiri itu penting untuk membuat tulisan kita seolah bernyawa.

Dan pelajaran berharga lainnya adalah:

Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga kita harus berusaha melampaui batas kemampuan yang kita miliki.


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu. ๐Ÿ™

Cara Ampuh Bikin Netizen Kebakaran Jenggot


Aku udah nemuin cara ampuh bikin netizen kebakaran jenggot nih. Kamu pasti penasaran ya, gimana caranya. Yuk langsung aja ke cara yang pertama dan seterusnya. Hihihi

  1. Jaga hati biar gak baper. Salah satu cara jaga hati biar gak baperan adalah dengan istighfar, memaafkan kesalahan netizen dan berfikir realistis.
  2. Jaga pikiran biar gak terhasut. Ingat bahwa kita punya tujuan yang ingin di capai dan untuk mencapai itu tak semua orang akan mendukung kita.
  3. Fokus sama tujuan, mimpi atau cita-cita. Luangkan waktu untuk fokus mengerjakan apa pun untuk mencapai tujuan, mimpi atau cita-cita kita dan abaikan netizen.
  4. Netizen lelah dan menyadari bahwa kita sudah jauh melangkah sementara ia masih berdiri di belakang garis start.

Gimana, pasti kamu udah gak sabar untuk nyobain resep ampuh bikin netizen kebakaran jenggot ini?

Indomie Pangsit Krispi Paling Enak


Apa kabar Bunda? Sudah punya cemilan untuk temen ngeteh atau ngopi? Kalau belum aku mau bagi resep yang mantap, nikmat dan yummy tentunya. Langsung aja kita checklist in bahan-bahan nya yuk Bun ๐Ÿ‘‡

Bahan-bahan:

  • 1 bungkus Indomie
  • 20 lembar kulit pangsit
  • 100 gram daging ayam cincang
  • 2 lembar daun bawang dipotongยฒ ยฝcm.
  • 1 buah wortel potong seperti korek api.
  • 3 sdm minyak goreng
  • 2 sdm saos tiram
  • ยผ sdt lada / merica bubuk

Cara membuat isi pangsit:

  1. Masak Indomie ยฝ matang kemudian tiriskan.
  2. Panaskan minyak goreng, masukan ayam cincang, aduk hingga warnanya menjadi pucat. Kemudian masukan wortel aduk kembali. Masukan saos tiram, bumbu indomie secukupnya, lada, indomie yang sudah dimasak ยฝ matang dan terakhir daun bawang aduk-aduk hingga matang. (Jangan lupa test rasa)

Cara membuat pangsit indomie krispi:

  1. Ambil selembar kulit pangsit tuangkan isian hingga hampir memenuhi kulit pangsit, kemudian rekatkan kulit pangsit dengan mengolesi sedikit air di bagian yang ingin direkatkan.
  2. Lakukan langkah pertama hingga selesai atau isian nya habis.
  3. Goreng pangsit indomie hingga matang atau kulit pangsit berubah warna menjadi kuning kecoklatan.

Indomie pangsit krispi siap di sajikan.

Selamat mencoba Bunda. Pasti Indomie pangsit krispi buatan Bunda lebih nikmat dari yang ku buat.

Cara untuk Bertahan dari Gelombang Pandemi: untuk Fresh graduate yang masih mencari kerja


Momen kelulusan sekolah atau wisuda adalah momen bersejarah yang diwarnai dengan kebahagiaan dan dihiasi oleh tawa kegembiraan dan kebanggaan. Bangga karena telah berhasil menyelesaikan tugas akhir, bangga karena telah berhasil melewati lika liku di bangku pendidikan yang penuh drama dan air mata, dan bangga telah berhasil memberikan yang terbaik kepada orang tua.

Namun sayangnya, momentum itu tidak berlangsung lama, karena situasi kita akan dihadapkan dengan situasi yang berbeda dari sebelumnya. Ya, inilah masa peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja sedang berlangsung.

Lebih berat lagi situasi ini diperparah dengan adanya pandemi dan era new normal yang penuh dengan ketidakpastian. Masa ini membuat kita sebagi fresh graduate gigit jari. Pasalnya, sebagian besar perusahaan sedang memberlakukan program pengurangan karyawan hingga WFH (work from home) alias kerja dari rumah. Dengan begitu kita sebagai fresh graduate memiliki peluang yang sedikit untuk dapat memasuki dunia kerja.

Walau demikian, saya yakin kita sebagai fresh graduate milenial adalah generasi tangguh yang memiliki cara lain untuk mengisi kekosongan waktu itu, dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang mampu meningkatkan kwalitas diri kita.

Kegiatan tersebut diantara adalah:

  1. Mengikuti webinar (seminar online/during).
  2. Kursus untuk meningkatkan bahasa, seperti bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan lainnya.
  3. Kurus untuk meningkatkan kemampuan skill seperti kursus komputer, menjahit, developer, dan lain sebagainya.
  4. Bergabung dengan komunitas anak muda yang positif, seperti komunitas Indonesia mengajar, komunitas pecandu buku, kejar mimpi, Habibi Center dan lain sebagainya
  5. Berbagi ilmu pengetahuan dengan teman, keluarga maupun kerabat.

Ataupun kegiatan positif lainnya yang kita lakukan untuk mengisi waktu luang ini.

Semangat untuk kita fresh graduate tangguh. Yakinlah bahwa situasi ini akan berlalu. Dan kita bisa segera mewujudkan mimpi kita, cita-cita kita dan meraih kesuksesan yang selama ini kita harapkan.

Menulis dalam sebuah Perspektif


Menulis adalah suatu sarana untuk mengikat ilmu, ini adalah perspektif nya sahabat dan keponakan Baginda Rasulullah SAW yaitu Ali bin Abi Thalib. Ia pernah berkata bahwa “apabila kamu memiliki ilmu maka ikatlah ia dengan menuliskan nya“.

Okey, sebelum kita lanjut ke perspektif lainnya, ada baiknya jika kita ketahui bersama bahwa:

Baca Juga: Menulis dan Menghasilkan Tulisan yang Ada Great nya

‘pena’ merupakan makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT,

Sebagimana diriwayatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:

ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ูŽ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู: ุฃููƒู’ุชูุจู’. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุชูุจูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃููƒู’ุชูุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ูƒูŽุงุฆูู†ูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุจูŽุฏู (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

โ€œSesungguhnya makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT adalah pena. Lalu Allah berkata, โ€œTulislahโ€. Maka dia (pena itu) bertanya kepada Allah, โ€œApa yang harus saya tulis, Ya Rabb (Tuhan)?โ€ Allah menjawab, โ€œTuliskan semua apa yang telah Aku takdirkan dan apa yang ada sampai akhir zaman.โ€ 

(H.R. Ahmad)

Menulis dalam perspektif yang berbeda:

Menulis dalam perspektif Fathu Rohman adalah ungkapan dan imajinasi isi hati seseorang yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan.

Sementara menulis buku dalam perspektif Santoso adalah aktivitas merangkai huruf, kata, kalimat, paragraf, dan tulisan.

Menulis dalam sebuah perspektif lainnya adalah:

Baca Juga : Menulis itu Seru: Bagian II

Menulis adalah olahraga otak.

Menulis adalah cara untuk mengumpulkan mahar.

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan.

Menulis adalah sarana untuk menuangkan isi hati.

Menulis adalah kegemaran yang menghasilkan cuan.

Menulis adalah sarana untuk menjadi kaya.

Menulis adalah cara terbaik untuk menuangkan ide-ide.

Menulis adalah cara terbaik untuk memahami ilmu pengetahuan.

Menulis adalah sesuatu yang membawa ku pada titik kesuksesan.

Baca juga: Menulis itu Seru

Fadilah Sholawat Kepada baginda Rasulullah SAW


Tahukah kita bahwa:

“Barangsiapa yang bersholawat 1 kali kepada baginda Rasulullah SAW, maka akan mendapatkan syafaat serta diangkat derajatnya sebanyak 10 tingkatkan dan mendapatkan 10 kebaikan”.

MasyaAllah, begitu agung nya kalimat “allahumma sholi ala Sayidina Muhammad, wa ala alihi Sayidina Muhammad“. Kalimat yang singkat namun serat akan manfaat. Bayangkan jika kita bersholawat 100 kali atau 1000 kali dalam sehari, maka berapa banyak fadhilah yang kita dapatkan.

Di samping itu bersholawat merupakan suatu amalan yang pasti diterima oleh Allah SWT. Bahkan jika kita ingin do’a kita diijabah (diterima) oleh Allah SWT, maka di dalam do’a kita harus dilengkapi dengan kalimat sholawat kepada baginda Rasulullah SAW, di samping kalimat Basmallah (Bismillahirrahmanirrahim) dan Hamdallah (alhamdulillah hirobilalamin).


Kenapa amal bersholawat pasti diterima oleh Allah SWT?

Apakah ada yang tahu?

Ya… Jika kita pahami arti dari kata:

“allahumma sholi ala Sayidina Muhammad”.

Yang berarti:

“Ya Allah aku mohon Engkau bersholawat kepada baginda nabi Muhammad SAW”

Maka sesungguhnya yang mampu bersholawat kepada baginda Rasulullah SAW adalah Allah SWT. Kita hanya memohon kepada-Nya agar sholawat kita sampai kepada baginda nabi Muhammad SAW. Jika dalam bersholawat kita melibatkan Allah SWT di dalamnya, mustahil amalan itu tidak di terima.

Lalu, sudahkah kita bersholawat hari ini?


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan memotivasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu.

Saudara Seiman


Saat Aku di tanya “Siapa saudara mu?”, lalu Aku menjawab “Saudara Ku adalah umat muslim”. “Saudara kandung Mu?” tanya nya lagi dan Aku pun tertunduk.

Sahabat tahukah Kamu, bahwa Aku ini hidup sebatang kara, yang tinggal di Kota Basar. Aku memilki kebiasaan yang unik, yaitu mencari anggota keluarga baru setiap hari. Tapi jangan berfikir bahwa anggota keluarga yang ku maksud adalah keluarga kandung atau keluarga yang terikat oleh hubungan darah.

Bagiku ikatan persaudaraan tak melulu harus terjalin karena ada hubungan darah. Karena bagiku saudara ku adalah umat muslim, jadi setiap umat muslim adalah saudara ku.

Ya… benar sekali saudara seiman.

Menjalin persaudaraan atas dasar iman dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi (hubungan baik), Tholabul ilmi (mencari ilmu), fastabikul khoirot (berlomba dalam kebaikan) maupun tujuan baik lainnya adalah sunah (ajaran nabi Muhammad SAW).

Maka dari itu, aku tetap mempertahankan kegemaran ku yang terbilang unik ini.

Apakah kamu memiliki kegemaran yang sama seperti ku?

Berapa banyak saudara seiman mu?

Tulis jawabannya di kolom komentar ya.


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu.

Mengejar Impian


Aku berjalan, berlari, menempuh jarak yang jauh, disaat mereka dengan tenang duduk di atas kendaraan roda dua maupun roda empat nya untuk mencapai tujuan. Sementara aku, yach… aku yakin, bahwa langkah kaki ku yang setapak demi setapak ini, akan membawa ku sampai juga ke tempat tujuan.

Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perjuangan ku mencapai sarjana. Disaat mereka bisa duduk dengan tenang di kelas, belajar dan belajar tanpa harus memikirkan semua kebutuhan nya. Karena semua itu telah di penuhi oleh orang tua mereka. Sementara aku, tidak demikian.

Aku berjuang dengan keras, untuk bisa duduk di kelas dengan nyaman. Aku harus berjuang membanting otak dan tulang agar semua kebutuhan ku tercukupi dan biaya kuliah ku terpenuhi. Itu semua karena cita-cita. Cita-cita ku untuk menjadi sarjana.

Sebelum nya aku pernah membaca tentang perjuangan seorang wanita yang ingin menjadi sarjana. Ia harus kuliah sambil bekerja. Tak ada beasiswa, tak ada uang saku dari orang tua dan biaya kuliah pun ia sendiri yang harus menanggung nya. Haha,, semua hal itu terjadi dengan ku. Aku seperti menjadi tokoh utama dalam cerita itu.

Eits… tapi ini bukan sekedar cerita fiksi belakang. Karena aku benar-benar mengalaminya. Pahit memang, berat dan tidaklah mudah. Tapi, yach… Aku berhasil melewati itu semua. Dan kau benar sekali, aku sekarang telah menjadi sarjana. Bangga dan senang sekali rasanya.

Momen wisuda ku yang penuh kebahagiaanโ˜บโœจ

Ehehehe, aku seennang sekali jika melihat foto ini. Foto diriku yang mengenakan baju toga. Tapi, kesenangan ku tidaklah berlangsung lama. Apakah kau tahu kenapa? Karena cita-cita ku yang sebenarnya masih di angan-angan. Dan saat ini aku masih memperjuangkan nya.

Yang ada di benak ku saat ini, semua tentang cita-cita, yang rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Dan kisah perjuangan ku dalam meraih cita-cita kali ini justru lebih berat dari sebelumnya. Memang aku belum lama memulai, tapi berat bebannya sudah mulai terasa amat sangat. Mungkin menurutmu ini terkesan berlebihan, tapi cobalah berfikir “apakah ada perjuangan dalam mencapai cita-cita yang semudah membalikkan telapak tangan?

Sekarang aku ingin memberikan pertanyaan kepada kalian. Jika kalian terlahir dari keluarga sederhana dan nyaris tak memiliki harta sama sekali, apa cita-cita kalian?

Sebagai penutup aku ingin mengatakan kata-kata bijak yang mungkin sudah sering kau dengar, “kita tidak bisa memilih untuk terlahir sebagai anaknya orang miskin atau orang kaya Namun, kita bisa memilih untuk menjadi apa saat kita dewasa dan sampai ajal menjemput kita”.


Salam sukses selalu untuk para pembaca setia berbagiilmu. Semoga ilmu maupun pengalaman yang kami bagikan bisa bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu.

Hubungan Awet tanpa formalin: Rahasia Cinta Sejati ala Eang Habibie – Ainun


Percaya gak kalau ternyata cinta yang awet alias cinta sejati bisa diciptakan antara kamu dengan pasangan loh. Tapi bukan dengan cara dikasih formalin ya.. Hehe. Hemb… jadi penasaran, kira-kira gimana cara nya ya mengukir cinta sejati itu? mau tahu? beneran mau tahu? ok kalau gitu, kita langsung aja ke topik pembahasan nya:

Kisah cinta sejati milik Eang Habibie Ainun merupakan suatu dambaan dari setiap pasangan. Cinta sejati biasanya ditandai dengan dua insan (pria dan wanita) yang mampu mempertahankan jalinan kasih nya hingga akhir hayat. Nah untuk menciptakan cinta yang sejati tanpa formalin ada rahasia nya, yaitu:


1. Trush atau kepercayaan

Suatu hubungan baiknya dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kokoh, dengan begitu segala kabar hoaks tentang pasangan kita tidak mudah untuk menghancurkan hubungan yang telah lama kita bangun.


2. Komunikasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa komunikasi yang baik begitu penting dalam membangun dan menjaga suatu hubungan. Komunikasi ini terdiri dari bahasa verbal dan non verbal.

Nah menariknya ada yang namanya bahasa kasih yang bisa membuat hubungan awet seperti di formalin.

Ada 5 bahasa kasih yang bisa digunakan seseorang untuk menunjukkan ekspresi cinta kepada pasangannya atau anaknya maupun keluarganya dan kerabatnya.

Kabar baiknya, kita gak perlu melakukan kelima hal tersebut, melainkan 2 diantaranya untuk menunjukkan ekspresi cinta kita kepada pasangan kita.

Dengan catatan tunjukkan 2 bahasa kasih yang paling disukai oleh pasangan setiap hari atau saat bertemu. Ini sudah cukup ampuh untuk membuat hubungan awet seperti di formalin.

Kelima hal tersebut ialah:

a. Sentuhan, seperti memgang tangan, memeluk, mengusap kepala dan sentuhan lainnya.

b. Pujian, seperti ucapan “kamu cantik”, “kamu tampan”, “kamu keren”, “kamu pintar” dan lain sebagainnya.

c. Pelayanan, seperti menyiapkan sarapan, mencucikan pakaian, membukaan pintu rumah maupun mobil dan lain sebagainya.

d. Hadiah, atau kejutan tentu membuat siapa saja yang menerimanya merasakan dirinya sangat special. Oleh karenanya, hal ini dapat memupuk rasa cinta dalam setiap hubungan.

e. Waktu, atau quality time merupakan hal yang sangat perlu untuk menciptakan dari keempat moment tersebut. Meluangkan waktu untuk pasangan dapat membangun hububungan yang sehat antara kamu dan orang yang kamu kasihi.

Info pentingnya Ke-5 bahasa kasih ini sangat diperlukan bagi anak balita setiap hari, untuk membangun rasa cinta kasih antara orang tua dan anak.

Jika orang tua tak mampu memberikannya dan mewakilkan kepada baby sitter, maka tak heran banyak anak yang lebih sayang dan peduli dengan sang baby sitter di bandingkan dengan ibu atau ayahnya.


3. Pengertian

Saling mengerti dalam sebuah hubungan sangat penting untuk menghargai perbedaan antara kita dengan pasangan. Pengertian juga bermanfaat untuk memaafkan kesalahan pasangan, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa tak ada manusia yang tak pernah berbuat salah.


4. Dukungan

Setiap pasangan sejati akan selalu menjadi pendukung atau suporter terdepan bagi pasangan nya. Karena pasangan mu akan lebih bersemangat jika kamu yang mensuport nya. Dan apakah kamu pernah mendengar istilah “di balik kesuksesan seorang pria, ada seorang wanita hebat yang selalu mendukung nya” tentu hal ini juga berlaku sebaliknya.

Nah itu dia rahasia dibalik hubungan awet seperti di formalin atau rahasia cinta sejati yang bisa aku bagiin ke kalin semua para pencari cinta sejati. Karena cinta sejati itu benar adanya, dan bisa kamu menciptakannya bersama pasanganmu. Setelah ini, apakah kamu akan memulai menciptakan cinta sejati layaknya eang Habibie Ainun? tulis jawabannya di kolom komentar ya. ๐Ÿ˜‰


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu. ๐Ÿ™

Menulis itu Seru #Bagian II


Membuat sebuah karya tulis itu memang gampang-gampang susah untuk di lakukan. Karena tak jarang seseorang lebih mudah menuangkan ide gagasan secara lisan dan mengalami kesulitan saat hendak menyampaikannya dalam bentuk tulisan. Dan ada juga tipe orang yang sebenarnya memiliki wawasan yang luas, tapi ia kebingungan harus darimana tulisan nya dimulai. Ada pula tipe orang yang menunggu mendapatkan inspirasi untuk mulai menulis.

Sebenarnya menulis itu tak sesulit itu juga sih.., ia akan mudah jika kita mau melepaskan dan membiarkan imajinasi kita berbaur dengan wawasan yang kita miliki. Imajinasi itu terkadang datang dari sebuah intuisi (ide pemikiran yang muncul secara tiba-tiba). Atau bisa juga diciptakan, artinya kita yang mencari sebuah ide dari suatu objek yang kita amati, kita dengarkan, kita saksikan, kita rasakan dan kita atau orang lain alami.

Imajinasi saja terkadang tak cukup untuk membuat kita berani memulai coretan pertama. Terkadang kita butuh sebuah inspirasi untuk membangun sebuah tulisan yang tak sekedar basa-basi. Tulisan yang mampu membius setiap para pembaca, dan membawanya larut dalam sebuah tulisan yang kita sajikan.

Inspirasi bisa kita dapatkan dari manapun yang kita mau. Baik dari acara televisi yang kita saksikan, dari sebuah ayat Al-quran, hadits, cerita, maupun lagu yang kita dengarkan, atau dari sebuah perjalanan yang telah kita lalui, maupun dari sebuah tragedi yang kita atau mereka alami dan masih banyak lagi.

Menulis itu terkadang tidak bisa dadakan, karena harus menunggu inspirasi. Terkadang juga naskah yang telah rampung, ternyata masih harus direvisi. Hemb… Tapi menulis itu seru, karena ada kepuasan tersendiri, jika berhasil menyelesaikan nya dan apalagi kalau tulisan kita mampu membiaus para pembaca. Para pembaca tak sadar, bahwa sebenarnya tulisan ini akan segera usai. Aku berharap setelah ini, kalian akan benar-benar tahu bahwa menulis itu seru.


Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Barakallah: semoga Allah SWT memberkahi mu. ๐Ÿ™

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai