PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT


BAB I
PENDAHULUAN

Pengembangan masyarakat adalah suatu metode pekerjaan sosial yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sumber-sumber yang ada pada mereka serta menekankan pada prinsip-prinsip partisipasi sosial. sebagai sebuah pekerjaan sosial, pengembangan masyarakat menujuk pada indikasi aktif antara pekerja sosial dengan masyarakat yang mana mereka terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi suatu program pembangunan kesejahteraan sosial (PKS) atau Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). Pemberdayaan masyarakat meliputi dari pelayanan preventif untuk mencegah anak-anak terlantar atau diperkakukan salah (abused), pelayanan kuratif dan pengembangan untuk keluarga yang berpendapatan rendah agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar nya.

Pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai metode yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidup nya. pemberdayaan masyarakat memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Model pemberdayaan masyarakat, diantaranya adalah model pembangunan berbasis masyarakat.
Pembangunan berbasis masyarakat dapat dikatakan sebagai suatu metode pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat, sehingga pembangunan bukanlah kegiatan yang direncanakan, dilaksanakan dan dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan segolongan atau sekelompok masyarakat. Pembangunan masyarakat melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, sejak pengambilan keputusan hingga proses menjalankan pembangunan itu sendiri. Untuk lebih jelasnya dalam Bab II pada makalah ini akan dijelaskan mengenai model pembangunan berbasis masyarakat.

Rumusan Masalah
Aakah pembangunan berbasis masyarakat?

Tujuan
Untuk mengetahui apa itu pembangunan berbasis masyarakat.

Metode Pengkajian
Dalam menyusun makalah ini penulis menggunakan metode kajian pustaka.

Menyikapi Masa Transisi


Masa transisi bukan lah waktu yang menyenangkan, peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja contohnya. Disaat seperti ini banyak orang yang insecure atau bahkan mengutuk diri sendiri, kenapa aku tidak bisa seperti dia yg bekerja di perusahaan ternama, atau kenapa aku gk bisa kaya dia kuliah di kampus ternama.

Rasa insecure itu pasti akan dialami oleh semua orang saat masa peralihan.
Mereka yang baru bekerja di perusahaan ternama juga mengalami nya, contohnya mereka bertanya dalam diri sendiri “apakah aku bisa bersosialisasi dengan lingkungan kerja? Bagaimana nanti kalau ada yang tidak menyukai ku, dls.
Begitu pun dg mereka yang diterima di kampus ternama akan merasa bahwa teman² di kelasnya jauh lebih pintar darinya, dls.

Aku juga pernah murung dan merasa tidak percaya diri

Insecure itu wajar, apalagi kalo kamu merasa kamu belum berbuat apa-apa setelah dunia pendidikan mu berakhir. Namun ketahuilah bekerja bukan saja di kantor, dirumah pun kamu masih bisa bekerja, seperti merapikan rumah, mencuci dls. Hanya saja pekerjaan itu belum memberikan mu income. Dan belajar gk harus di bangku pendidikan, kita bisa belajar dari alam, atau kursus untuk mengembangkan skill.

Poinnya sekarang adalah menyusun strategi bagaimana kedepannya saya bisa unggul di bidang yang saya gemari sesuai dengan passion saya, bukan karena teman, pasangan atau keluarga.

Menentukan model si sah-sah saja, misalnya kamu ingin jadi seorang yang hebat dan cerdas seperti eang Habibie, namun gunakan cara mu sendiri untuk menjadi seorang yang hebat dan cerdas dan nikmati setiap prosesnya, dan jadilah seorang yang hebat dan cerdas versi kamu bukan versi eang Habibie karena ini adalah ukuran sukses mu.

Kamu adalah seorang yang unik, tidak ada yang mampu menyerupai mu. Kelebihan dan passion mu, hanya kau sendiri yang mampu melakukan nya, tak ada yang mampu mengimitasi nya secara persis.
Dan hidup mu kamu sendiri yang menentukan arah dan tujuannya.

Maka dari itu, mulai dari sekarang kenali kelebihan dan passion mu, tentukan model jika perlu dan tentukan arah dan tujuan hidup mu.

Tidak perlu berusaha menjadi orang lain, jadilah dirimu sendiri yang seutuhnya, model bukan seutuhnya kiblat mu, karena kiblat mu adalah dirimu sendiri. Karena kamu adalah unik, kamu hebat dan kamu luar biasa.

#KAMUPASTIBISA

Terimakasih telah membaca hingga usai, semoga hari mu menyenangkan. 🙏

Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI): Apasih PMI itu?


Program studi (Prodi) Pemberdayaan Masyarakat Islam atau biasa disebut PMI bukan Palang Merah Indonesia ya, hehe. Mungkin, kamu dan sebagian besar orang akan bertanya “Prodi PMI? Baru dengar saya?, Apa itu PMI?, pelajaran yang dipelajari apa?, dan lain-lain. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus memperkenalkan Prodi ini kepada masyarakat luas, oleh karena itu saya membuat tulisan ini. Saya berharap ini bisa menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan dan bisa menjadi bahan refrensi Prodi yang bisa dipertimbangkan bagi para calon mahasiswa maupun mahasiswi.

Sumber https://pmi.dakwah.radenintan.ac.id/

Anak PMI mempelajari beberapa mata kuliah seperti halnya anak sosial politik namun ada kelebihan nya jika kamu kuliah dan menekuni Prodi yang satu ini.
Prodi PMI selain mempelajari mata kuliah ekonomi, akuntansi, kebijakan publik, management konflik, hingga kepemimpinan atau bahasa keren nya goverment, juga mempelajari banyak mata kuliah wajib lainnya yang gak kalah kece dan tentunya bermanfaat di kehidupan sosial, seperti Prodi komunikasi sosial, psikologi komunikasi, sosiologi. Wah keren ya, dalam satu jurusan kamu bisa belajar banyak hal.

Eitss,, tunggu dulu masih banyak lo keuntungan nya, diantaranya kamu berkesempatan untuk belajar bahasa Inggris dan Arab selama 3 semester. Kamu juga berkesempatan untuk menerapkan serta membagi ilmu pengetahuan mu di masyarakat lngsung melalui Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) selama 3-4 bulan. Wow luar biasa ya, selain belajar kita juga bisa menjalin relasi, yang tentunya sangat bermanfaat sekaligus mempermudah untuk memperoleh lapangan kerja.

Jika merasa belum puas juga belajar nya, kamu juga bisa mengambil mata kuliah kewirausahaan, hukum dan etika bisnis, statistik dalam mata kuliah kependudukan, bisa juga mempelajari mata kuliah pembelajaran orang dewasa atau Andragogi yang didalamnya juga mereview tentang Pedagogi yang menjadi lawan kata dari Andragogi. Atau mengambil mata kuliah management Lembaga Keuangan maupun management UKM Dan mata kuliah lainnya yang gak kalah kece.

Gimana? Sekarang sudah tahu kan bagaimana gambaran Prodi PMI? ternyata banyak mata kuliah yang kece, yang bisa kamu jumpai di Prodi ini. Bonus buat kamu yang baca sampai akhir aku kasih tau kelebihan Prodi PMI yang belum banyak diketahui orang. Kelebihannya yaitu=> 👇


Jurusan PMI ini setara dengan beberapa Prodi di kampus terkemuka di dunia loh. Seperti Policy, Organization, and Leadership Studies di Stanford University, Development and Goverment pada Universitas Disburg di German serta Universitas-universitas ternama lainnya yang memiliki tujuan yang sama dengan Prodi PMI yaitu mencetak seorang pemimpin masa depan yang mampu meramu kebijakan-kebijakan dan strategi-straregi guna memajukan masyarakat dalam suatu wilayah baik lokal, nasional bahkan internasional. Atau bahasa sosiolognya, seorang diplomat yang memberdayakan masyarakat dengan melepaskan lingkaran setan yang membelenggu negara-negara berkembang agar bisa menjadi negara maju. Dengan begitu alumni PMI sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kemajuan suatu negara berkembang seperti di Indonesia.

Terimakasih telah membaca sampai selesai.
Semoga harimu menyenangkan 🙏


Untuk para dosen, senior, maupun teman-teman PMI di perbolehkan untuk menambahkan kelebihan dan keuntungan kuliah dengan mengambil jurusan PMI di kolom komentar ya. Agar memperkaya ide dan gagasan, komentar yang relevan nanti kami masukan menjadi paragraf di essay kami.

Korona Aku Harus Berterimakasih atau Menyalahkanmu?


Terhitung sejak kau naik daun peradaban di muka bumi ini berubah begitu cepat. Mulai dari berbagai istilah-istilah baru, budaya baru dengan menjalankan protokol kesehatan hingga era baru yaitu New Normal. Begitu banyak pelajaran yang dapat kami ambil, mulai dari menerapkan pola hidup sehat hingga mempelajari teknologi.

Korona sudah genap ½ tahun keberadaan mu di Bumi. Kau memberikan dampak positif bagi kami, namun dampak negatif pun turut serta. Terutama untuk saudara-saudara kita di wilayah pedalaman dan terluar, mereka tak bisa sepenuhnya mengenyam pendidikan karena tidak ada fasilitas teknologi yang memadai. Saat ini sudah banyak siswa yang merindukan ingin bersekolah, bukan belajar dari rumah. Banyak mahasiswa yang menginginkan wisuda luring bukan wisuda daring.

Memandang pada sisi perekonomian. Saat ini ekonomi masyarakat melemah dan banyak para pencari kerja ingin perusahaan-perusahaan kembali tumbuh dan berkembang pesat agar mereka bisa memperoleh lapangan kerja, begitupun sebaliknya. Pasalnya semenjak kedatangan mu banyak karyawan dirumahkan sehingga menambah jumlah pengangguran di negeri ini.

Melihat dari segi psikologi. Saat ini banyak orang yang mulai kehilangan keseimbangan dalam mengatur psikis nya. Kehidupan yang berubah drastis membuat orang membutuhkan psikiater untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Beralih pada hubungan masyarakat. Hubungan masyarakat lokal, nasional hingga internasional turut terganggu akibat ketenaran mu. Kami tak lagi bebas saling berkunjung dan melepas rindu.

Keeksistensianmu membuat kami menjumpai masalah demi masalah, bagaikan bola salju. Disisi lain kau memberikan pelajaran yang begitu berharga. Lalu bagaimana kami harus bersikap padamu, apakah kami harus berterimakasih atau menyalahkan mu? Jika ini bukan ulahmu lalu siapa yang menjadi penanggung jawab atas perkara ini?

Memaknai Filosofi Rajin Pangkal Pandai


Filosofi rajin pangkal pandai memiliki arti bahwa apabila seorang menekuni suatu bidang baik berupa ilmu pengetahuan atau ketrampilan maka ia akan pandai dalam bidang tersebut. Hal ini tentu saja sangat baik apabila diterapkan pada anak usia dini untuk pembentukan karakter, mengapa? Karena untuk mewujudkan filosofi tersebut menjadi sebuah karakter membutuhkan waktu yang lama, tidak bisa instan.

Filosofi ini sangat baik untuk menjadi pedoman dalam meraih mimpi. Karena ia mengajarkan bahwa tak ada seorang ahli jika tanpa ada usaha yang dilakukan berkali-kali. Keuletan tentu sangat dibutuhkan dalam hal ini, tanpa keuletan kepandaian dan keahlian akan suatu hal hanya berlalu begitu saja. Maknanya hari ini tahu besok sudah lupa, atau tak lagi trampil karena tak pernah mengasah skill.

Melakukan sesuatu hal secara berulang-ulang tentu saja bukanlah kegiatan yang menyenangkan. Godaan untuk melakukan sesuatu kegiatan yang baru tentu terkesan lebih menggiurkan, daripada menghabiskan waktu dengan berkutat pada hal-hal yang terus diulang. Memilih melupakan mimpi dan tergiur serta larut dengan kegiatan baru yang menyenangkan itu sah-sah saja, asal masih mengikuti norma yang ada. Namun ingatlah satu hal bahwa seseorang disebut master karena ia menerapkan filosofi ini, baik secara sadar maupun tidak.

Bagaimana menurut mu? Tulis komentar di bawah ya.


Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan saya dan memberikan komentar terbaiknya. 🙏

Pasangan Ideal


Maunya si pilih pasangan yang sesuku, kenapa karena biar nyambung atau paling nggak, biar nggak mati gaya saat di lingkungan keluarga pasangan yang ngobrol nya pake bahasa daerah, kita pasti gak mau kan kalau mereka pada ketawa sementara kita diem aja, gak ngerti apa-apa. Terus perbedaan adat-istiadat yang bikin kamu stress culture.

Tapi beda urusan nya kalau pasangan kita dan keluarga nya nasionalis, jadi bahasa sehari-hari nya bahasa Indonesia, terus kita tinggal di lingkungan yang pake bahasa sehari-hari yang kita gunain.

Pengecualian buat kita yang memang mau belajar bahasa dan adat istiadat pasangan kita, nikah beda suku gak masalah. Ahaha, kalau yang lain gimana? Agama, harta, jabatan, warisan, ehmb yang pasti untuk menikah kita gak bisa sembarangan pilih pasangan, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari. Setidaknya pasangan kita adalah seseorang yang paham dan menjalankan perintah agama, untuk lainnya itu bonus. Hihihihi

Pasangan ideal menurut setiap orang berbeda-beda, karena skala nya beda. Pasangan yang ideal menurut ku belum tentu ideal menurut mu. Tapi yang pasti, ideal itu bukan berarti sempurna. Karena setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing.

Buat kamu yang udah baca tulisan ku, semoga bisa dapet pasangan ideal versi kamu.

Terimakasih telah membaca.

Semoga hari mu menyenangkan.

The Magic of Dreams


Hi para pencari ilmu!
Berbagiilmu akan membagikan suatu pengalaman yang bisa dibilang magic. Bagaimana tidak kisah ini benar-benar seperti di dunia dongeng, ehmb… kedengeran nya menarik sekali ya. Oke, daripada penasaran, yuk kita mulai aja ceritanya.

Berawal dari sebuah mimpi, seorang putri dari petani miskin yang bernama Ani. Ia bermimpi ingin menjadi seorang cendikiawan. Karena waktu itu sistem patriarki masih kental ditambah kehidupan yang serba kekurangan, sehingga sangat mustahil bagi Ani bisa menuntut ilmu hingga perguruan tinggi.

Sore itu di belakang rumah geribik beratap jerami, Ani berkata kepada Bapaknya “pak kalau sudah lulus SMA aku mau kuliah, aku mau jadi ilmuan kaya pak Habibi yang sekarang kerja di German, beliau itu hebat bisa kuliah di luar negeri dan nemuin teori”. ” Nduk-nduk, kamu itu bisa lulus SMP aja udah syukur, Bapak mu ini orang susah, terus duit nya siapa yang mau buat bayar sekolah mu? duit buat beli beras aja dapet minjem dari tetangga. Ya mbok kalau mimpi itu jangan ketinggian, nanti kalau jatuh sakit” Sahut sangat Bapak, seketika suasana menjadi hening.

Malam hari, dimana bintang-bintang berkedip bergantian, sementara rembulan bersinar terang, Ani menatap celengan dari bambu yang sudah diisi sejak ia masih duduk di bangku sekolah Dasar, celengan itu harapan masa depan nya, yang sengaja diisi untuk membiayai sekolah nya ketika ia besar.

Pendaftaran murid baru pun tiba, sementara tidak ada seseorang anggota keluarga yang menanyakan “apakah Ani ingin melanjutkan ke SMA / SMK? Mau sekolah dimana?” bahkan Ibu, kakak dan Adiknya pergi keluar kota dan menginap beberapa hari untuk merayakan pesta pernikahan sepupunya. Tinggalah Ani bersama Bapak nya.

Pagi itu Ani sudah mandi dan mengenakan seragam sekolah, ia berencana untuk mendaftar di sekolah yang sudah diimpikannya sejak lama. “Pak, Ani minta uang buat pendaftaran” ujarnya, lalu si Bapak berkata “Gk ada”. Padahal Ani tahu betul bahwa kebun sawit milik ayahnya baru saja panen, tentu Bapak punya uang, namun Ani tidak mau mempermasalahkan itu. Ia lalu pergi ke kamar dan membongkar celengan nya, kepingan logam dan perak dihitung nya satu persatu, setelah dirasa cukup ia pun mengambil tas ranselnya yang berwarna merah muda. Lalu ia pergi berjalan kaki kerumah Bibi nya yang jarak nya 1,2km untuk meminjam sepedah, agar ia bisa pergi ke sekolah idaman nya yang jarak nya 7,1 km dari rumahnya itu. Jika berangkat dari rumah Bibi berarti menjadi 8,3km. Setelah diperbolehkan, Ani pun mengayuh sepeda unta berwarna hijau tua itu tanpa lelah.

Perjuangan Ani dalam mengejar mimpi belum berhenti, setelah diterima di SMA idaman ia harus membagi waktu antara belajar dan bekerja di pabrik kopra. Usai pulang sekolah ia sibuk melepaskan kopra dari tempurung nya. Meski waktu belajar hanya di sekolah dan saat mengerjakan PR saja,
Namun Ani selalu mendapatk peringkat pertama, menurut nya ia bisa memperoleh peringkat pertama karena ia belajar langsung dari lingkungan nya, “sebagai anak IPS pelajaran yang paling penting adalah di lingkungan sosial di tambah saya senang membaca buku di perpustakaan saat jam istirahat”.

Waktu terus berputar, satu bulan lagi ujian kelulusan tiba, sementara biaya sekolah bertambah banyak. Tak habis akal, Ani membuka les baca tulis dan berhitung dirumah nya pada malam hari untuk anak SD.

Ujian telah berlalu, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ani menerima penghargaan sebagai siswa berpartasi bertahan dari sekolah nya. Sujud syukur lantas Ani laksanakan, namun hatinya masih resah memikirkan bagaimana nanti? Bagaimana cara nya ia bisa kuliah?

Pump… suara bel kereta api, Ani duduk di gerbong paling belakang, ia menatap ke jendela sambil membayangkan wajah Bapak nya yang pasti akan sangat ia rindukan, membayangkan Ibu nya menangis saat ia berpamitan, wajah polos sang adik, dan wajah kakak nya yang menatapnya penuh keraguan. Tiba-tiba ia sadar dan membangun maindset nya “aku pasti BISA” Ia ucapan lirih hampir tak terdengar.

Hiruk-pikuk perkotaan menyeruak tatkala ia keluar dari stasiun, ia memandangi kota yang sama sekali belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ani terbangun dari tidurnya, ia memandang kamar barunya, kamar kost yang ia sewa. Ia pun segera bergegas menuju kampus idaman. Usai mendaftarkan diri ia pergi menyusuri kota, ia melihat sesuatu yang benar-benar beda dari kampung halaman nya. “Owh kota, berikan aku kemudahan untuk menggapai mimpi ku” ucapnya dalam hati.

Kelas pertama Ani dimulai, ia masih serius mengikuti alur perkenalan mahasiswa baru. Usai itu hatinya kembali gusar, ia harus segera mendapatkan pekerjaan untuk mengembalikan uang kakak iparnya yang ia pinjam untuk modal awal kuliah nya dan untuk memenuhi biaya kuliah serta kebutuhan nya.
Keringat mengucur deras di dahinya, namun cuaca panas tidak menghentikan niat nya untuk mencari pekerjaan. Meskipun mencari kerja di kota lebih sulit dibandingkan di desa namun bayaran nya lebih mahal di kota, ini sesuai dengan kerja kerasnya. Usai membaca kontrak kerja Ani pun menandatangani nya. Ia bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji yang besar, namun ia harus tetap berhemat, karena biaya kuliah tak kalah besarnya.

Akibat dari positif thinking serta kegigihan nya, Ani berhasil memperoleh gelar sarjana di tahun ke 3 dengan predikat cumlaude. Mimpi menjadi cendikiawan semakin terlihat jelas di depan mata. Kini Ani menjadi peneliti di perusahaan ternama, sambil melanjutkan S2 nya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas adalah:

  1. Setiap orang berhak bermimpi,tak peduli siapa, darimana,mengapa, dan untuk apa.
  2. Proses mengejar mimpi adalah bagaimana memulai dan terus berproses untuk mewujudkan nya?
  3. Setiap pemimpi memiliki jalan untuk menuju mimpinya.
  4. Keyakinan serta positif thinking sangat berpengaruh dalam meraih mimpi.
  5. Mendengarkan nasihat orang tua itu penting, namun tidak ada salahnya kita berbeda haluan untuk masa depan yang lebih baik.
  6. Memperoleh gelar bukan berarti Anda berhenti belajar, karena belajar itu sama pentingnya dengan makan.

Saya kira poin ke enam perlu penjabaran yang lebih detail lagi. Oleh karena nya, suatu hari nanti jika masih diberi kesempatan saya akan menuliskan makna makan dan belajar adalah hal yang sama pentingnya. Ok, saya rasa ini cukup, lalu bagaimana pandangan anda? Apa yang Anda pelajari dari kisah di atas? Tulis jawabanmu pada kolom komentar di bawah ya.

Thankyou for your attention and have a nice day.

Kacamata Minus dan Plus kota Jakarta


Jakarta dari dulu sudah menjadi kota yang banyak menarik para pencaker alias pencari kerja, mereka berasumsi bahwa di Jakarta itu adalah tempat yang sempurna, ada banyak tempat wisata, tempat belanja, tempat para artis beken tinggal, tempat syutingnya para artis, hingga kehidupan sehari-hari yang lo-lo gwe-gwe, haha manjiw deh alias mantap jiwa kalo kata anak muda sekarang. Disamping itu ada minusnya alias ada hal negatif nya dari kota Jakarta. Kacamata minus yang selama ini mereka pakai untuk melihat kota Jakarta dari beberapa sudut pandang. Namun, gak semua yang kalian lihat pake kacamata minus itu benar guys. Oke, daripada kalian penasaran aku akan gambarin kota Jakarta lewat kacamata plus, sebagai seorang peneliti di Jakarta, hihihi. Simak terus ceritanya guys, Ok! Area you ready?

Kacamata minus dan plus dari kota Jakarta:

  1. Jakarta itu banyak penjahat, pencopet, atau jambret, Hati-hati kalau baru dateng di Jakarta. Haha,, aku rasa paradigma ini gak se menstrim di kawasan dengan suhu 0°c, hihi… Paradigma ini tidak 100% benar, nyatanya selama aku proses penelitian disini aku selalu mendapatkan banyak pertolongan dari orang-orang baru yang bahkan belum aku kenal sebelumnya, dan bahkan aku punya teman baru yang sampai saat ini masih akrab looh.
  2. Kehidupan yang individual, alias lo-lo gwe-gwe. Hihihi, ini juga gak 100% benar, seperti yang sudah ku bagi sebelum nya ya orang disini pada care sama orang lain yang butuh bantuan. Apalagi ada tetangga sakit, atau meninggal mereka langsung gercep alias gerak cepat guy’s. Jadi lo-lo gwe-gwe nya itu untuk urusan yang mereka tidak tertarik atau bukan passions nya, contoh seorang pengguna atau pengedar narkoba di lingkungan X, tetanga-tetangga di lingkungan X tidak mau ikut campur biar itu menjadi urusan pribadi dan mereka tidak mau terlalu banyak atau bahkan tidak mengingatkan, karena itu bukan wewenangnya.
  3. Jakarta itu panas gersang, weits… Panas di Lampung tepatnya di tanah kelahiran ku di Kotabumi Utara lebih panas dari di Jakarta. Di Jakarta banyak pohon kok, jadi gak gersang, dan masih banyak taman kotanya, apalagi setelah pak Anies Baswedan menanam bunga Bugenfil yang jumlahnya ribuan makin asri deh kota Jakarta.
  4. Orang Jakarta gak ramah, ahaha… pelayan publik di Jakarta kalau gak ramah gak di pake guy’s, selama proses pengurusan surat izin sampe penelitian aku di sambut hangat oleh warga Jakarta, baik dari aparatur negara hingga rakyat biasa. Jadi paradigma ini juga gak bener ya, hihihi.
  5. Di Jakarta macet parah, hihihi ya si, tapi ini juga gak berlaku untuk beberapa wilayah yang menerapkan sistem ganjil genap ya. Dan daerah-daerah yang pasti macet di jam pulang pergi Kantor itu diantara Jl. Alternatif Cibubur untuk Jakarta Timur, di Cengkareng Jakarta Barat, Jl. KH. Abdullah Syafei di Jakarta Selatan, kalau di Jakarta Pusat jarang sekali ada kemacetan kecuali deket pasar Tanah Abang, hihihi.
  6. Di Jakarta serba mahal, cukup menguras dompet. Hihihi,,, masih mahal biaya hidup di Papua daripada di Jakarta guy’s, pasalnya harga indomie di Jakarta antara Rp. 2500,- hingga Rp. 3000,- sementara di Papua kisaran Rp. 4500 hingga Rp. 5000,- hihi. Sementara untuk biaya kost masih terbilang wajar tidak jauh berbeda dari Kota-kota besar lainnya. Untuk transportasi umum juga terbilang murah, apalagi kalau naik busway cukup bayar uang elektronik sebesar Rp. 2000,- hingga Rp. 3500,- kamu sudah bisa keliling Jakarta. Apa masih kemahalan? Ya udah nih aku kasih tau yang gratisan, demenan nya anak kosan yang gratisan, Hihihi. Yang gratisan juga ada guy’s, Yups bus tayo alias bus tingkat alias bus pariwisata yang siap membawamu keliling di tempat-tempat wisata, taman, tempat olahraga, hingga mall secara cuma-cuma, wah kece badai ya, hehe. Tapi selama ada Covid-19 bus ini tidak beroperasi guy’s, tujuan nya untuk mencegah penularan virus ini.
  7. Jakarta tempatnya orang kaya, haha sudah berasa hidup di zamannya khalifah Ustman bin Afwan orang-orang sudah tidak ada yang pantas menerima zakat. Eits… Sorry guy’s, masa kejayaan kekhalifahan Ustman belum pernah aku dengar lagi setelah ia wafat, alias disetiap penjuru pasti ada yang kaya dan miskin. Meskipun di Jakarta Selatan terkenal dengan lingkungan orang tajir melintir, tapi disana juga ada kalangan ekonomi menengah kebawah.
  8. Jakarta tempat nya orang biadab, wow serem kali lah. Banyak norma-norma adat-budaya yang dipengaruhi oleh agama Islam di Jakarta yang masih terjaga hingga saat ini, so adab masih ada ya guy’s. Jakarta sama halnya di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki keunikan dan kekhasan adat-istiadat yang membentuk karakter suatu peradaban.
  9. Jakarta tempat sampah publik alias banyak sampah dimana-mana. Hehe, di Bandar gebang suatu wilayah di Bekasi merupakan TPA (tempat Pembuangan Akhir) sampah. Di Jakarta bersih karena jasa Tim Orange yang membantu masyarakat membersihkan lingkungan kota Jakarta. Kalau Jakarta bukan TPA dan lingkungan selalu dibersihkan, lalu bagimana menurut mu tentang paradigma ini?
  10. Di Jakarta tempat orang beken, banyak artis, banyak orang kece, cantik dan ganteng-ganteng serigala, ahaha malah promoin film jadul (jaman dulu). Cantik dan ganteng itu relatif, tergantung kacamata yang dipakai untuk melihat nya. Namun, pada hakikatnya Allah SWT itu menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya [QS: 95 (At-Tin):4].

Oke, cukup sekian pembahasan mengenai kacamata minus dan plus kota Jakarta. Nah, setelah baca artikel ini apakah kamu akan bertahan dengan kacamata mu atau ingin berganti kacamata? Tulis komentar nya di bawah ya

Terimakasih telah membaca dan memberikan komentar terbaik nya. 🙏

Mengenali Sosok Introvert


Introvert merupakan sikap dimana seseorang lebih suka dengan kondisi yang cukup tenang, tidak suka dengan keramaian. Umumnya seorang introvert lebih suka menyendiri, lebih peka, selalu ingin tahu banyak hal, bahkan untuk hal-hal yang kecil. Seorang introvert tidak suka banyak bicara, apalagi mengenai keinginan maupun mimpianya. Seorang introvert bukan tidak pandai bersosialisasi, ia hanya tidak suka bergaul dengan sembarangan orang. Seorang introvert bukan tidak humble, ia akan humble kepada orang yang dianggap nya tepat.

Ia merupakan pasangan yang setia dan tipe teman sejati. Kemampuannya dalam mendengar problem dan tidak mudah memberikan problem solving jika tidak diminta membuatnya disenangi oleh pasangan maupun temannya, karena selain ia pendengar setia, iapun pandai menyimpan rahasia.

Seorang introvert terkadang dianggap sebagai orang yang payah karena ia begitu peka, bahkan saat ia terbangun dan mengetahui ada keributan ia pun mengurungkan diri untuk beranjak dari kasur empuknya. Tak hanya itu, seorang introvert takkan tertidur jika masih mendengar ada keramaian di sekitarnya. Dalam berkonsentrasi pun akan terganggu jika lingkungan nya begitu bising, seorang introvert butuh suasana tenang untuk berfikir. Saat suasana tenang seorang introvert bisa menciptakan ide briliant sampai ide kreatif, oleh karena itu tak jarang seorang introvert selain pandai dalam hal akademis ia pun sangat kreatif.

Seorang introvert umumnya akan sulit move on jika sudah di kecewakan, seorang introvert pun tidak mudah untuk menghadapi lingkungan baru. Namun demikian, pemikiran nya yang kreatif selalu mampu membuat nya terus melakukan hal-hal positif untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, dan bahkan di lingkungan baru nya itu.

Suasana hati seorang introvert mudah berubah-ubah, semua itu ada hubungannya dengan kondisi dan situasi lingkungan sekitar. Umumnya seorang introvert tidak mudah bekerja di bawah tekanan, ia lebih suka pekerjaan yang fleksibel namun memiliki goal yang jelas. Pekerjaan lapangan dan penuh dengan tekanan juga bukan tempat yang cocok bagi seseorang introvert, karena itu sangat menganggu konsentrasi dan psikologi nya. Seorang introvert lebih suka bekerja berdasarkan intuisi dan kemampuan berfikir nya, sehingga mampu menimbulkan aksi yang natural, karena seorang introvert lebih suka menjadi dirinya sendiri. Oleh karena itu, seorang Introvert umumnya lebih tegas dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan karakter nya.

Karakter yang kuat yang dimiliki oleh seorang introvert membuat nya mampu menjadi master di bidang yang ia gemari, seperti beberapa tokoh di bawah ini yang kami rangkum dari: https://www.simulasikredit.com/orang-orang-introvert-juga-bisa-sukses-lho-ini-buktinya/

1. Albert Einstein

Albert Einstein merupakan salah satu ilmuwan paling sukses di bidang fisika. Einstein sering berkata bahwa proses kreatifnya justru banyak didapat dari suasana yang monoton dan tenang. Einstein menerima penghargaan Nobel untuk fisika pada tahun 1921 dan paling diingat atas jasanya dalam mengemukakan teori relativitas.

2. Bill Gates

Ia merupakan pendiri Microsoft, salah satu orang paling kaya di dunia. Ketika ia ditanya bagaimana ia sebagai introvert bisa sukses di tengah-tengah dunia yang penuh dengan orang-orang yang ekstrovert, ia berkata bahwa seorang introvert sama baiknya dengan seorang ekstrovert. Seorang Introvert bisa memikirkan suatu ide dengan dalam hingga berhari-hari untuk menciptakan sesuatu. Lalu introvert bisa menyewa seorang ekstrovert untuk mempromosikan dan memasarkan sesuatu yang sudah diciptakan itu.

3. Sir Isaac Newton

Ilmuwan yang terkenal dengan teori gravitasinya ini merupakan seorang introvert. Saking introvertnya, ia sering dijuluki seorang dengan karakter introvert yang sangat melindungi kehidupan privasinya.

Wow, sungguh tak diduga ya, ternyata ketiga tokoh terkemuka tersebut merupakan sosok introvert. Lalu bagaimana dengan kamu para introvert? Apakah kamu sudah yakin bahwa kamu pun bisa seperti mereka? Ya, kamu pasti bisa.

Bagaimana sosok introvert menurut mu? Tulis komentar dibawah ya.

Terimakasih telah membaca dan memberikan komentar terbaiknya. 🙏

Sudahkah Cita-cita Bangsa ini Tercapai? Bagaimana Pendapat & Upaya mu?


Lima Sila pada Pancasila dibangun untuk mewujudkan cita-cita sebuah negara diantaranya adalah sila kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.Namun cita-cita tersebut nampaknya belum sepenuhnya terwujud, Bagaimana tidak kedatangan TKA dari Cina ke Indonesia membuat rakyat Indonesia iri.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/05/18/15104271/komisi-iii-dpr-kedatangan-500-tka-china-buat-warga-iri-karena-tidak

Tentu fenomena ini sangat melukai hati masyarakat Indonesia, karena di saat kita kesulitan mencari lapangan pekerjaan, disaat itu juga kita harus bersaing dengan tenaga asing yang masuk di negara kita.

Saat ini rakyat Indonesia sedang menunggu janji kampanye dari pemimpin kita. Adapun janji Jokowi-Amin di bidang ketenagakerjaan tercantum dalam Misi poin 2 mengenai Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing. Sebagaimana dilansir dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20191020094552-4-108397/menolak-lupa-mau-dilantik-ini-janji-kampanye-jokowi-amin yang menyatakan bahwa Misi ketenagakerjaan tersebut selanjutnya dijabarkan dalam butir 2.6 yakni Mengembangkan Reformasi Ketenagakerjaan.
Apakah rasa iri dari rakyat ini yang disebut dengan Reformasi Ketenagakerjaan? Tentu saja bukan itu, kami yakin bahwa pemimpin kita tidak lupa dengan janjinya, dan kami masih menunggu janji itu.

Masih dalam topik yang sama, yaitu tentang ketenagakerjaan, saat ini beredar kabar dari https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01381177/proyeksi-bappenas-penduduk-miskin-tahun-2020-bertambah-2-juta-orang bahwa “Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia akan bertambah 4,22 juta orang pada 2020 akibat pandemi”

Problem solving dari isu sosial tersebut tentu perlu terus digalakkan. Hal ini bukan saja tanggungjawab pemerintah pusat, namun ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menyelesaikan persoalan kesejahteraan rakyat di Negeri ini dengan berlandaskan ideologi bangsa.

Tuntutan untuk mandiri seperti yang tercantum dalam janji kampanye poin ke-2 tersebut mengharukan setiap warga Indonesia berdaya agar bisa mandiri. Dalam hal ini tentu sebagai rakyat Indonesia, khusus nya anak muda memiliki tugas bersama.

Berdasarkan fenomena tersebut, saya ingin mengajak anak muda untuk bergerak bersama-sama:

  1. Mari membangun Negara kita tercinta ini.
  2. Mari anak muda kita bangkit dan satukan tekad kita untuk Indonesia berjaya.
  3. Mari berprestasi di bidang yang kita kuasai atau kita senangi.
  4. Mari bergerak menuju perubahan di masa depan yang gemilang.
  5. Jangan berhenti melangkah apalagi mundur, karena masa depan Indonesia ada di tangan kita wahai anak muda.

Anak muda Indonesia, apa pendapat mu dan apa yang akan kamu lakukan atas fenomena ini? Tulis jawaban nya di kolom komentar. Saya tunggu aspirasi mu wahai anak muda.

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan komentar.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai