Pukul 21:40 aku baru usai mengenakan piamaku, dan baru saja hendak ku matikan lampu kamar ku, aku tercengang mendengar suara teriakan warga “kebakaran-kebakaran-kebakaran”, lalu ku kenakan kembali bajuku dan ku ambil tas berisi surat-surat berharga, pada tas lain yang masih kosong ku masukan handphone dan aksesoris nya, shall serta sweeter, dan terakhir mukena. Aku buru-buruLanjutkan membaca “Si Jago Merah Marah”