Menjadi seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) yang baik tentu tidak lah mudah. Butuh kerja keras dan kesabaran yang ekstra, terutama dalam menghadapi keruwetan pekerjaan rumah yang seolah tak ada habisnya.
Tak sedikit dari IRT yang kehabisan waktunya untuk membereskan rumah. Alih-alih ingin mendapatkan kondisi rumah yang rapih, bersih dan nyaman, seorang IRT terkadang mengabaikan waktunya untuk menjalin kedekatan dengan keluarga.
Hemm… Lalu bagaimana solusinya?
Berikut tips untuk mengatasi kerepotan ibu rumah tangga, agar memiliki banyak waktu luang:
1. Membuat jadwal kegiatan beres-beres rumah.
Tips ini sangat efektif untuk wanita karir yang ingin membersihkan sendiri rumahnya. Dan baik juga untuk IRT yang ingin memiliki banyak waktu luang dengan memaksimalkan waktu beberes.
2. Tidak menunda-nunda pekerjaan ringan yang bisa segera dilakukan, seperti:
a Mencuci piring / gelas setelah digunakan. Agar pekerjaan mencuci piring terasa lebih ringan, ajak dan tanamkan rasa tanggungjawab anggota keluarga untuk mencuci sendiri peralatan makan setelah ia gunakan.
b. Segera menyapu atau mengepel bagian lantai yang kotor, hal ini bertujuan untuk mencegah kotoran menyebar ke bagian lantai yang lain dan memudahkan pekerjaan membersihkan lantai berikutnya.
c. Membuang sampah basah keluar sesegera mungkin jika tong sampah dirasa sudah penuh. Hal ini menghindari luapan sampah dan bau busuk atau bau tidak sedap lainnya yang dapat mencemari udara di dalam rumah.
d. Mencuci baju saat sore / malam hari, agar siang harinya baju sudah benar-benar kering dan bisa langsung disetrika. Dengan begitu, tidak akan ada pemandangan gunung baju kusut yang mengganggu pemandangan.
3. Menyusun pakaian dan perabotan berdasarkan warna
Pemilihan warna pada perabotan rumah tangga juga berpengaruh terhadap keindahan rumah agar enak di pandang. Misalnya gunakan warna warna perabotan yang senada dengan cat dinding. Misalnya,
1. Jika warna cat dinding mu berwarna terang (putih, cream) gunakan berabotan yang warnanya sama. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan luas pada ruangan.
2. Susun pakaian dan perabotan rumah tangga berdasarkan warna. Langkah yang harus dilakukan ialah, pertama, golongan pakaian atau perabotan menurut jenis nya contoh celana dengan celana, kemeja dengan kemeja atau piring dengan piring dan gelas dengan gelas. Kedua, satukan berdasarkan warna, seperti putih dengan putih dan hitam dengan hitam. Ketiga, susun berdasarkan warna terang terlebih dahulu kemudian ke warna yang lebih gelap atau sebaliknya. Tips ini berguna untuk mempercantik rak baju maupun piring mu dan memudahkan proses pencarian barang yang diperlukan.
4. Meletakkan kembali barang yang usai di gunakan ke tempatnya
Meletakkan kembali barang yang usai di gunakan ke tempat semula, hem.. meski tampak sepele namun ini adalah kunci dari rumah yang rapih setiap saat. Selain dapat mencegah rumah agar tidak berantakan, hal ini mempermudah pencarian barang yang ingin digunakan. Sudah kebayang kan kalau rumah berantakan, misalnya baju bercampur dengan tas dan kosmetik serta buku-buku tentu kosmetik mu akan sulit dicari. Atau ada peralatan pertukangan berada di laci kosmetik tentu ini sangat mengganggu pemandangan.
5. Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan
Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Apabila anda memiliki jumlah pakaian maupun peralatan rumah tangga yang berlebihan, ada baiknya anda menyortir yang perlu dan tidak terlalu perlu. Hal ini bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan pakaian maupun perabotan rumah tangga yang berlebihan. Contoh:
1. Jika anda memiliki 12 lusin piring dan sendok atau lebih, sementara anggota keluarga yang ada di rumah hanya 3 / 4 orang, maka simpan 10 / 11 lusin piring di dalam lemari lain dan sisa piring letakan di rak piring. Tips ini bertujuan untuk efisiensi ruang di rak piring dan menghindari luapan piring kotor di wastafel.
2. Jika pakaian lama mu sudah enggan untuk dikenakan karena ada yang baru ada baiknya di pisahkan dan di berikan kepada yang lebih membutuhkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi space atau ruang di lemari baju yang sudah overload atau berlebihan dan sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa empati kita terhadap mereka yang membutuhkan.
3. Buku-buku bacaan lama yang sudah tak terpakai ada baiknya kita hibahkan atau berikan ke perpustakaan, ini akan jauh lebih bermanfaat daripada hanya terbalut debu di rak buku dan kamu harus tetap membersihkannya setiap minggu. Atau jika kamu memiliki buku-buku tulis lama, maka ada baiknya berikan saja kepada penjual gorengan. Pasti ia akan sangat senang dan rak bukumu kini memiliki space yang siap menampung buku-buku baru mu. Atau di alih fungsikan untuk tempat pajangan koleksi guci-guci antik dan lain sebagainya.
4. Jika kamu berkeinginan untuk mengganti lemari, springbed atau sofa lama dengan yang baru, Ada baiknya kamu jual saja yang lama atau berikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Dengan begitu rumah tidak dipenuhi dengan barang atau barang lama mu tidak hanya sia-sia di dalam gudang.
