Pandangan Berjilbab dari Seorang Anak SD: Aku berjilbab karena Aku gak Mau Ayah ku Masuk Neraka


Sebelum aku belajar pelajaran di sekolah aku belajar ajaran Islam di TPA. Waktu itu usiaku baru 4 tahun. Aku ingat sekali guru ku berkata seorang wanita muslim wajib mengenakan jilbab saat telah mencapai baligh. Setelah itu, aku sangat ingin sekali berhijab dan aku mengamini nya.

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, aku adalah satu-satunya murid yang berjilbab. Aku sadar saat itu banyak yang tidak menyukai ku, alasannya karena aku berjilbab. Aku dikira anak teroris lah, anaknya orang fanatik dan lain sebagainya.

Aku ingin sekali berkata kepada mereka bahwa semua itu tidak benar. Namun, Islam mengajarkan ku untuk bersabar, dan tidak perlu bersikap yang dapat menimbulkan keributan. Hingga suatu ketika, salah seorang murid laki-laki menarik jilbab ku hingga tampak aurat ku. Saat itu aku berkata “tolong jangan buka jilbab ku, aku berjilbab karena aku sayang sama Ayahku”. Sontak mereka semua (Teman-teman di sekolah) menertawakan ku.

Hari telah berlalu, namun aku masih ingat kejadian itu. Saat jam istirahat tiba-tiba ada 4 orang murid perempuan menghampiri ku. Mereka lalu bertanya padaku, “apa maksud dari kata ‘aku berjilbab karena sayang Ayahku’?”. Saat itu aku masih takut, takut diremehkan dan ditertawakan lagi. Aku diam sejenak, lalu menjawab pertanyaan mereka.

Sambil duduk di dekat pagar sekolah aku memberitahu kepada mereka, bahwa dalam Islam wajib hukumnya bagi seorang wanita untuk berjilbab, jika seorang wanita keluar dari rumahnya dan tidak mengenakan jilbab, maka satu langkahnya sama seperti satu langkah ia menyeret ayahnya ke dalam neraka.

Keesokannya mereka menghampiri ku lagi, mereka bertanya padaku bagaimana awal mulanya aku berjilbab?

Aku berjilbab karena aku mau ayahku masuk surga, tapi waktu itu aku belum bisa mewujudkannya begitu saja. Hingga akhirnya aku mewakili TPA ku untuk lomba tahfidz dan aku menjadi juara tiga. Sebagai hadiahnya guru ku menawarkan beberapa pilihan hadiah. Dan aku memilih hadiah berupa seragam sekolah yang dapat menutup aurat. Sejak saat itu, aku mulai mengenakan jilbab.

Keesokannya kita ngobrol bareng lagi dan aku semakin akrab dengan mereka. Mereka satu persatu bercerita padaku, bahwa mereka meminta dibelikan seragam sekolah yang menutupi aurat kepada orang tua nya. Tapi orang tuanya masih belum mau membelikannya, dengan beragam alasan.

Saat ini aku sudah duduk di bangku SMP dan 2 diantara teman ku masuk sekolah yang sama dengan ku. Saat MOS (Masa Orientasi Siswa), kita masih mengenakan seragam SD. Kedua teman ku tersenyum sambil membisikan sesuatu di telingaku, lalu kita mengucap syukur alhamdulillah bersama-sama.

Alhamdulillah mereka berdua sudah dibelikan seragam sekolah yang menutupi aurat. Dan mulai senin depan mereka sudah resmi berjilbab. Senang sekali rasanya, memiliki sahabat yang dipersatukan karena agama Islam.


Terimakasih telah membaca hingga usai. Barakallah: semoga Allah memberkahi mu🙏

Diterbitkan oleh Dia Atin

Berbagai ilmu itu indah & mendatangkan berkah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai