
Islam selalu membuat decak kagum bagi siapa saja yang mempelajari nya. Tak terkecuali dengan ku yang terlahir dan tumbuh sebagai seorang muslim. Semakin ku pelajari maka hati ini semakin kagum, kagum dengan keelokan ajaran Islam. Hingga mempelajari nya adalah candu dan mempraktikkan nya membuatku merasakan kesenangan yang hakiki, bak melayang jauh keawan.
Meski apa yang ku pelajari ini belum ada seujung kukunya, namun niat ku untuk membagikan kesenangan yang hakiki ini tak terhenti. Aku tahu bahwa diluar sana banyak yang lebih ahli, oleh karena nya mohon memberi koreksi terhadap tulisan ini.
Bismillah Hi rahmani rahim, mari kita mulai mengagumi agama Islam yang memberikan kebahagiaan yang hakiki ini:
I. Islam Agama Rahmatan lil Alami
Islam rahmatan lil alamin yang berarti agama Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Berbagiilmu memandang topik ini dari kacamata nya sebagai suatu hal yang menunjukkan keharmonisan kehidupan makhluk. Baik makhluk yang bernyawa maupun tidak. Mungkin ini terdengar sedikit aneh, tapi itulah yang tampak dari kacamata berbagiilmu.
Ulasan ini akan kita mulai dari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa benar Islam adalah rahmatan lil alamin. Sebelum nya izinkan berbagiilmu mengajak saudara-saudara sekalian untuk mengucapkan lafaz “Allahu akhbar” sebagai wujud pengagungan kepada Allah, Tuhan sang pencipta, pengatur dan yang akan menghancurkan Alam semesta ini. Karena itu, Allah adalah satu-satunya dzat yang berhak disembah.
Saudaraku, semua yang ada di langit maupun di bumi bergembira ketika agama Islam turun ke bumi. Tak terkecuali bagi sekumpulan awan putih yang selalu menaungi baginda Rasulullah SAW mulai dari sebelum beliau menerima Wahyu hingga ia wafat. Sekumpulan awan putih itu tak rela jika kulit putih milik yang mulia baginda Rasulullah SAW terpapar panasnya terik matahari. Begitupula seekor laba-laba yang tak rela baginda Rasulullah SAW tertangkap oleh musuh nya, sehingga menyembunyikan keberadaan baginda Rasulullah SAW di gua Hira ketika dikejar musuh. Dan antusiasme kaum anshor yang menyambut kedatangan Rasulullah SAW di kota Madinah.
Begitu mulia nya baginda Rasulullah SAW,hingga Allah dan malaikat selalu bersholawat kepada yang mulia baginda Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW adalah Nabi terakhir di muka bumi, yang menyampaikan agama Allah yaitu Islam. Beliau merupakan tokoh yang berpengaruh no 1 di Dunia. Beliau bernama Muhammad bin Abdullah, kehebatannya dalam mempengaruhi peradaban pada ribuan tahun yang lalu melalui dakwah Islamiyah.
Ketika peradaban Islam terbangun, banyak kemakmuran di setiap negeri yang bangsanya memeluk agama Islam. Kemakmuran tersebut tak lain karena Islam adalah Rahmatan lil alamin, rahmat tersebut dapat terlihat dari beberapa perubahan peradaban yang terjadi diantaranya yaitu:
A. memuliakan kedudukan perempuan.
Sejak Islam hadir wanita tak lagi menjadi:
1. Objek pemuas hawa nafsu laki-laki.
2. Manusia yang tak memiliki daya untuk menentukan tujuan hidupnya. Sehingga tak mendapatkan kesempatan untuk menempuh ilmu layaknya seorang pria.
3. Manusia yang berkedudukan rendah, sehingga tidak dihormati dan tidak berhak atas harta warisan dan lainnya.
Dan ketika Islam hadir, kedudukan wanita di muliakan sebagaimana syurga berada di bawah telapak kaki Ibu. kemudian memperoleh hak atas ⅔ dari harta warisan (QS.An-Nisa:11). Serta kemuliaan untuk terhindar dari pelecehan seksual dengan larangan bagi seorang laki-laki untuk menyentuh wan
B. Kedudukan budak yang memiliki hak hidup layak.
Setelah Islam hadir budak berhak untuk:
1. memakan makan yang sama seperti majikannya.
2. Mengenakan pakaian yang sama kualitas nya seperti pakaian majikannya.
3. Tidur di tempat tidur yang layak seperti majikannya. Dll
C. Kedudukan yang mulia bagi kaum Disabilitas dan lansia
Setiap apa-apa yang tidak ada pada diri seseorang akan diganti oleh balasan surga, asalkan ia bersabar dan bersyukur dengan apa-apa yang dimiliki nya. Ini berarti orang dengan Disabilitas dijanjikan surga oleh Allah SWT, asalkan ia tidak menyalahkan penciptaan nya dan tidak berhenti berusaha untuk hidup di jalan Allah. Dan Islam pun mengajarkan untuk memberikan posisi sosial yang setara dengan orang muslim tanpa disabilitas lainnya. Serta memberikan bantuan maupun dukungan yang dibutuhkan berupa moril maupun materil kepada kaum Disabilitas dan lansia, sehingga ia memperoleh hak hidup yang layak.
D. Kemuliaan bagi seorang Janda dan Anak Yatim-piatu
Islam menganjurkan untuk menyantuni janda dan anak yatim-piatu. Seorang laki-laki dianjurkan untuk menikahi seorang janda untuk mencukupi kebutuhannya dan menghindari fitnah. Dan Anak yatim-piatu berhak memperoleh sebagian harta dari orang-orang dengan ekonomi menengah keatas.
E. Tumbuhan dan hewan memperoleh hak hidup serta perawatan yang layak.
Islam mengajarkan pemeluknya untuk mengasihi sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, tak terkecuali hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Islam mengajarkan untuk mengatur keseimbangan alam dan lingkungan, serta tidak berlebih-lebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam, apalagi sampai mengeksploitasi.
F. Seorang Mualaf, Fakir dan Miskin memperoleh kedudukan yang mulia.
Seorang mualaf (mereka yang baru saja memeluk agama Islam), Fakir (orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya) dan miskin (orang yang memiliki tempat tinggal namun tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya) memeliki kedudukan mulia dalam Islam.
Islam mengajarkan untuk memberikan zakat (sebagian harta yang harus dikeluarkan/diberikan kepada orang lain) kepada seseorang mualaf, fakir dan miskin. Mengajarkan mualaf beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan sukarela. Dan memuliakan posisi seorang mualaf, fakir dan miskin di lingkungan sosial.
II. Islam Agama yang Damai
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik dalam diri baginda Rasulullah SAW. Ya… begitulah perumpamaan yang Allah firman kan dalam Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21. Rasulullah SAW menyiarkan ajaran Islam dengan penuh Damai, contoh dari perbuatan Rasulullah SAW yang menunjukkan kedamaian diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Ajaran untuk tidak Membalas Perlakuan Buruk Orang Lain
Suri tauladan atau ajaran dari baginda Rasulullah SAW untuk tidak membalas perbuatan buruk orang lain, melainkan membalasnya dengan cinta. Ketika Rasulullah SAW dilempari kotoran oleh anak-anak & para wanita saat hendak berdakwah di suatu negeri, juga saat beliau dilempari batu hingga darah mengucur di pelipisnya ketika hendak pergi ke masjid, namun baginda Rasulullah SAW tetap bersabar dan tenang, serta tidak memberikan perlawanan kepada orang yang telah mendzalimi (dzalim adalah perbuatan yang dapat menyakiti, melukai maupun merugikan orang lain) nya. Namun dalam hatinya mendoakan orang yang telah menyakiti nya agar diampuni dosanya dan memohon kepada Allah SWT agar suatu saat nanti keturunan orang yang telah menzalimi nya menjadi bagian dari orang yang memegang bendera panji-panji nya. MasyaAllah begitu mulia akhlak Rasulullah SAW dan dengan izin Allah doa tersebut dikabulkan.
B. Tidak Mengajak Perang jika tidak di Tantang Perang
Rasulullah SAW tidak mau berperang, bahkan saat berada di medan Perang sekalipun. Namun jika musuh mengangkat pedang terlebih dahulu, baru beliau mengiyakan perang tersebut untuk melindungi diri dan menyelamatkan nyawa umat nya yang di dalamnya mengalir darah suci. Darah yang berkobar untuk membela agama Islam, agama yang mengajarkan keselamatan di dunia dan di hari setelah kematian. Bahkan Rasulullah SAW menyantuni para tawanan perang.
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW berperang hingga menewaskan seluruh keluarga pemimpin suatu suku dan hanya menyisakan seorang wanita. Suami, paman dan seorang pemimpin suku yang tak lain adalah Bapak dari wanita tersebut gugur dalam peperangan. Karena tinggi nya akhlak Rasulullah SAW iapun mendatangi wanita tersebut dalam sebuah tenda di tengah gurun pasir, dengan ditemani oleh para sahabat dan juga makhram dari sang wanita itu, untuk meminta maaf kepada seseorang wanita tersebut, padahal itu bukanlah kesalahan Nya. Karena rasa kesal yang begitu dalam di dalam hati wanita itu, ia lalu memalingkan wajahnya & tidak mau melihat wajah baginda Rasulullah SAW. Namun karena Rasulullah SAW terus bersabar dan memohon maaf kepada nya, akhirnya wanita tersebut luluh juga dan mau memanfaatkan baginda Rasulullah SAW. Akhirnya wanita tersebut ditawan, namun bukan untuk menjadi budak seperti tawanan lainnya, melainkan Rasulullah SAW menikahinya untuk memuliakan derajatnya di hadapan suku nya, kemudian satu suku tersebut memeluk agama Islam.
C. Islam Mengajarkan Indahnya Kebersamaan
Kebersamaan, sesuatu hal yang lazim dalam Islam. Mulai dari urusan makan hingga urusan perang. Kebersamaan yang di bangun membuahkan sebuah kemudahan, keindahan dan keberhasilan. Hal ini diibaratkan dengan sebuah sapu lidi yang di gunakan untuk menyapu. Sebagai analogi sapu lidi terdiri dari beberapa buah lidi yang dikumpulkan dalam satu ikatan ia dapat digunakan untuk menyapu, namun coba kita bayangkan apabila satu buahh lidi, Ok sudah terbayang ya satu buah lidi. Selanjutnya kita bayangkan satu buah lidi ini kita gunakan untuk menyapu, bagaimana? sudah terbayang ya? Lalu, apakah sebuah lidi ini dapat digunakan untuk menyapu sampah yang berserakan di halaman rumah kita. Tentu, tidak. Namun apabila lidi ini berjumlah banyak dan diikat menjadi satu menjadi sapu barulah ia bisa kita gunakan untuk menyapu. Begitupun suatu pekerjaan, apabila kita lakukan bersama-sama tentu akan terasa lebih mudah.
Islam menganjurkan kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu persoalan. Manfaatnya tentu untuk kemaslahatan bersama. Persoalan sulit akan menjadi mudah apabila kita selesaikan secara bersama-sama.
Islam mengajarkan untuk mengunjungi saudara, atau disebut juga dengan istilah “silaturahmi“. Silaturahmi adalah sebuah kata yang sering dikaitkan sebagai salah satu jalan pembuka rezeki, istilah ini disebut dengan “Silaturahmi manjangin rezeki”. Mengunjungi yang dimaksudkan disini adalah disaat hari raya, saat saudara sedang mengadakan acara “Tasyakuran“, ditimpa musibah, sedang sakit, hingga saat ia meninggal dunia.
D. Kemuliaan dan Syafaat Rasulullah SAW
Kemuliaan baginda Rasulullah SAW tak kan pernah terlukis dengan kata-kata indah, walau seribu penyair dikumpulkan. Dan akhlak nya tak akan tergambar meski seribu ahli psikikolog berdiskusi dalam aula. Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, izinkan saya mengucapkan salam kepada baginda Rasulullah SAW, “asalamualaika ya Rasulullah”.
Sejenak hati, dan tangan saya bergetar, saat usai sub bab ini selesai ku tulis. Aku sadar kemampuan ku dalam menulis yang tidak lihai dan pengetahuan ku yang sangat dangkal. Namun aku akan sedikit menggoreskan tinta ku untuk melukiskan akan kemuliaan beliau. Ya Rasulullah SAW, aku mengagumi kemuliaan mu. Tulisan ini menjadi sarana ku dalam melepaskan rindu ku padamu dan para Ummul mukminin (ibunya umat muslim, ini adalah julukan untuk para istri baginda Rasulullah SAW).
Terdapat beberapa hal yang ingin kusampaikan pada sub bab ini, namun aku harus berhati-hati dalam menuliskan nya, aku ingin kemuliaan beliau yang begitu luar biasa bisa terwakili disini. Dan aku tahu ini akan sedikit menguras air mata ku, namun aku harus tetap kompeten untuk menyelesaikan nya. Hingga ku selesaikan bait-bait pelepas rindu ku kepada kekasih Allah SWT, yaitu yang mulia baginda Rasulullah SAW.
Begitu mulia nama, akhlak, dan apa yang ada dalam sanubari mu ya Rasulullah
Engkau bagai permata yang terus memancarkan keindahan
Kasih sayang mu terhadap umat mu, melebihi kasih sayang seorang ibu
Hidup dan mati mu untuk umat Islam
Kau berikan segalanya untuk umat Islam, meski sakit dan harus berdarah-darah
Hingga kami tak mampu membalas secuil dari jasa mu. Meski dengan seluruh kekayaan yang ada di bumi ini.
Ya Rasulullah SAW, kemuliaan dan kesucian mu tetap terjaga hingga kini
Meski tak jarang ada mereka yang mengolok-olok mu, tapi seisi langit dan bumi membela mu
Ya Rasulullah, terimalah kami sebagai umat mu Dan beri kami syafaat mu
Syafaat Rasulullah SAW adalah pertolongan yang akan diberikan saat setelah kematian, seperti pertolongan di padang mahsyar atau pertolongan saat hendak menyebrangi jembatan Sirot. Semakin dekat dan besar kecintaan kita terhadap baginda Rasulullah SAW, maka akan semakin besar atau banyak pula syafaat yang akan kita peroleh.
Terimakasih telah membaca hingga usai. Barakallah: semoga Allah memberkahi mu🙏